kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.597.000   -16.000   -0,61%
  • USD/IDR 17.998   74,00   0,41%
  • IDX 6.148   -94,03   -1,51%
  • KOMPAS100 799   -14,31   -1,76%
  • LQ45 612   -9,30   -1,50%
  • ISSI 212   -3,34   -1,55%
  • IDX30 339   -4,87   -1,42%
  • IDXHIDIV20 427   -2,25   -0,52%
  • IDX80 91   -1,67   -1,79%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,73%
  • IDXQ30 110   -0,92   -0,84%

Jumlah pengawas barang beredar masih minim


Jumat, 28 Maret 2014 / 15:30 WIB
ILUSTRASI. Drakor Shadow Detective, drakor misteri kriminal baru yang tayang di Disney+ dan dibintangi oleh aktor veteran Lee Sung Min dan Jin Goo.


Reporter: Handoyo | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengaku kewalahan dalam melakukan pengawasan barang beredar. Selama ini, jumlah personel pengawasan hanya sebanyak 800 orang. Padahal, dengan luas wilayah Indonesia seharusnya jumlah personel pengawasannya mencapai 5.000 orang.

Widodo, Direktur Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen (Dirjen SPK) mengatakan, di wilayah perbatasan Indonesia seperti Kalimantan, Batam dan Sumatera bagian timur masih banyak terdapat pelabuhan tikus sehingga potensial adanya penyelundupan. "Kewalahan sekali dengan hanya 800 personil," kata Widodo, Jumat (28/3).

Pengawasan semakin berat ketika berada ditingkat pedagang pengecer yang lokasi berdagangnya tidak menetap tetapi berubah-ubah.

Untuk meminimalisir adanya pelanggaran tersebut, Kemendag telah bekerjasama dengan delapan instansi lain seperti BPOM, Dirjen P2HP Kementan, Barantan, KKP serta bea cukai. Masing-masing instansi akan bersinergi memberikan informasi terkait adanya pelanggaran barang beredar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×