kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45989,59   -6,37   -0.64%
  • EMAS998.000 -0,60%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Kabar Baik, Harga Tiket Pesawat Mengalami Penurunan 15%


Selasa, 30 Agustus 2022 / 10:33 WIB
Kabar Baik, Harga Tiket Pesawat Mengalami Penurunan 15%
ILUSTRASI. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno membawa kabar baik, yakni harga tiket pesawat turun 15%.


Sumber: KONTAN.co.id,Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mahalnya harga tiket pesawat terbang menjadi isu hangat yang kerap diperbincangkan beberapa waktu terakhir. Namun, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno membawa kabar baik. 

Dia mengungkapkan, harga tiket saat ini mengalami penurunan 15%. Sandiaga bilang, dengan penurunan harga tiket pesawat menajdi angin segar bagi industri pariwisata. 

“Good news teman-teman, jadi berkat doa dan kerja sama kita, harga tiket pesawat turun 15 persen, dan menjadi angin segar bagi industri pariwisata, Alhamdulillah,” kata Sandiaga mengutip Instagram @sandiuno, Selasa (30/8/2022). 

Sandiaga mengatakan, hal ini tidak lepas dari upaya dan kerja keras Kementerian Perhubungan dan Kementerian BUMN. Pihaknya juga sangat mengapresiasi upaya tersebut, dan diharapkan beberapa maskapai bisa menambah jumalah armada dan rute menjelang musim liburan, atau peak season. 

“Maskapai penerbangan dengan cepat menambah armada mulai dari Garuda Indonesia, dan Citilink, hingga Lion Group, dan berbagai maskapai luar negeri juga ikut mendukung. Sehingga harga tiket pesawat, kita harapkan akan lebih terjangkau memasuki masa-masa peak season dan akhir tahun,” jelas dia. 

Baca Juga: Harga Tiket Umrah Mahal, Kemenhub Ogah Memberikan Insentif

Sandiaga juga mendorong, adanya penambahan rute penerbangan baru. Hal ini menurut Sandiaga, kenaikan harga tiket pesawat sebelumnya dalam kurun waktu yang cukup lama berpotensi menurunkan kunjungan wisatawan. 

“Ini harus kita hindari, dan saya berharap ini menjadi momentum kebangkitan (pariwisata) kita. Sekarang yang mau healing dan refreshing tidak perlu pening,” tegas dia. 

Kemarin, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengungkapkan, pihaknya bekerja sama dengan salah satu perbankan plat merah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sebagai upaya mendorong keterjangkauan harga tiket. 

“BNI bikin kerjasama dengan Kementerian BUMN, Garuda Indonesia, dan juga kerjasama dengan Lion Group. Jika pakai kartu kredit mereka (harga tiket pesawat) bisa lebih murah itu merupakan usaha kita,” ungkap Arya saat ditemui di Tennis Indoor Senayan Jakarta. 

Baca Juga: Harga Tiket Penerbangan Melonjak, Tarif Umrah Meledak

Arya mengatakan, meskipun Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp 7,5 triliun untuk Garuda Indonesia belum cair, pihaknya bekerja sama dengan PPA agar Garuda Indonesia bisa menyewa pesawat 10-14 pesawat baru. 

“Tahap pertama, tambah pesawat. Makanya ada MOU antara PPA dengan Garuda Indonesia, jadi Garuda bisa sewa pesawat 10-14 pesawat baru, nanti setelah ada PMN masuk tambah lagi bisa tambah jalur (rute), jadi makin banyak pesawat makin bisa (harganya) murah,” lanjut dia.

Instruksi Jokowi

Sebelumnya, melansir Kontan.co.id, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi membeberkan sejumlah langkah untuk menstabilkan harga tiket pesawat, sebagaimana arahan Presiden RI Joko Widodo pada Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2022 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/8). 

Hal ini dalam upaya membantu mengendalikan inflasi di Indonesia, khususnya dari sektor transportasi.

“Menindaklanjuti arahan bapak Presiden, kami telah dan akan membahasnya lebih detail dan intensif dengan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk dengan pemerintah daerah,” kata Budi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (18/8).

Budi mengatakan, Kemenhub telah berkirim surat kepada pemerintah daerah untuk turut mendukung konektivitas dengan turut membantu memastikan tingkat keterisian penumpang, memberikan subsidi dan insentif lainnya.

Baca Juga: Menhub Yakin Dapat Menurunkan Harga Tiket Pesawat Secara Bertahap

“Harga avtur memang mengakibatkan harga tiket naik, tetapi ada strategi pengelolaan yang harus dikoordinasikan secara detail sehingga harga tiket bisa tetap terkendali dan tidak memberikan efek kenaikan inflasi yang terlalu tinggi,” ujar Menhub.

Budi Karya mengungkapkan, di beberapa daerah, tingkat keterisian (okupansi) pesawat hanya 50% atau bahkan kurang dari itu. Maka itu, pemda didorong untuk turut memberikan subsidi dan juga turut memasarkan, agar okupansi penumpang pesawat meningkat.

“Kalau tingkat keterisian bisa naik maka harga akan terkendali, karena harga tiket berbanding lurus dengan tingkat keterisian,” ucap Menhub.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sandiaga Uno: "Good News", Harga Tiket Pesawat Turun 15 Persen"
Penulis : Kiki Safitri
Editor : Erlangga Djumena

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM) Supply Chain Management Principles (SCMP)

[X]
×