kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 18.066   32,00   0,18%
  • IDX 4.986   -199,16   -3,84%
  • KOMPAS100 631   -27,05   -4,11%
  • LQ45 489   -19,73   -3,88%
  • ISSI 172   -7,53   -4,20%
  • IDX30 273   -10,48   -3,70%
  • IDXHIDIV20 357   -9,14   -2,49%
  • IDX80 72   -3,07   -4,08%
  • IDXV30 100   -1,78   -1,74%
  • IDXQ30 90   -3,22   -3,47%

Kabut Asap Karhutla, Indonesia AirAsia Klaim Belum Terdampak Signifikan


Senin, 19 Oktober 2026 / 13:44 WIB
Kabut Asap Karhutla, Indonesia AirAsia Klaim Belum Terdampak Signifikan
ILUSTRASI. Kabut asap ganggu penerbangan di Palembang (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID JAKARTA. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) turut berdampak terhadap industri penerbangan domestik. Namun, sejumlah maskapai masih mencatat kondisi operasional yang relatif terkendali di tengah meningkatnya gangguan penerbangan akibat kabut asap.

Indonesia AirAsia menyatakan hingga saat ini belum mengalami dampak signifikan terhadap operasional penerbangan akibat kabut asap yang berasal dari karhutla di Sumatra maupun Kalimantan.

Director of Indonesia Affairs & Strategic Communication Indonesia AirAsia Eddy Krismeidi mengatakan, maskapai terus memantau kondisi cuaca dan jarak pandang di bandara tujuan.

"Berdasarkan pemantauan operasional saat ini, Indonesia AirAsia belum mengalami dampak signifikan terhadap operasional penerbangan akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di Sumatra maupun Kalimantan," kata Eddy kepada Kontan, Senin (19/10/2026).

Baca Juga: 2.458 Penerbangan Domestik Terdampak Karhutla, Pendapatan Maskapai Tertekan

Menurut dia, Indonesia AirAsia juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi potensi gangguan operasional. Maskapai akan melakukan penyesuaian penerbangan apabila kondisi kabut asap mulai memengaruhi aspek keselamatan penerbangan.

"Terkait dampak terhadap permintaan penerbangan maupun kinerja finansial, kami terus mencermati perkembangannya," ujarnya.

Eddy menegaskan, keselamatan penumpang dan awak pesawat tetap menjadi prioritas dalam menghadapi potensi gangguan akibat karhutla.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Bayu Sutanto mengatakan, gangguan penerbangan akibat karhutla memberikan dampak langsung terhadap pendapatan maskapai. Pasalnya, penerbangan yang seharusnya menghasilkan pendapatan dapat terganggu, sementara sejumlah biaya operasional tetap berjalan.

"Yang jelas rugi, operasional yang mestinya dapat revenue jadi zonk dan fixed cost tetap jalan. Ada juga sebagian variable cost yang tetap bayar," kata Bayu kepada Kontan, Senin (19/10/2026).

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat sebanyak 2.458 penerbangan berjadwal dalam negeri terdampak karhutla sepanjang 11 Agustus hingga 17 Oktober 2026. Jumlah tersebut meningkat 437 penerbangan dibandingkan posisi 13 Oktober 2026 sebanyak 2.021 penerbangan.

Bayu mengatakan, maskapai dengan frekuensi penerbangan tinggi di wilayah yang terdampak karhutla menjadi pihak yang paling berpotensi mengalami gangguan. Wilayah yang menjadi perhatian antara lain Kalimantan, Maluku dan Maluku Utara, serta Sumatra.

Meski demikian, INACA belum menghitung secara spesifik potensi kerugian industri penerbangan akibat gangguan tersebut. Menurut Bayu, maskapai juga memiliki keterbatasan dalam melakukan efisiensi biaya ketika gangguan penerbangan berkaitan dengan aspek keselamatan.

"Yang terdampak selain kesehatan warga juga keselamatan penerbangan. Kalau menyangkut safety, kita tidak bisa menekan lagi cost-nya," kata Bayu.

Baca Juga: Karhutla Ancam Bisnis UMKM, Pemerintah Diminta Beri Relaksasi Kredit

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×