kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

KADIN: Penurunan harga gas itu prioritas ESDM


Rabu, 26 Oktober 2016 / 18:28 WIB


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan sudah membeberkan sejumlah program prioritas. Namun menurut Wakil Ketua Umum Bidang Energi, Minyak, dan Gas Kadin Indonesia, Bobby Gafur Umar, program yang paling prioritas dan penting bagi kalangan pengusaha adalah perbaikan tata kelola migas. Salah satunya di sektor hulu migas lewat revisi PP 79.

Dengan perbaikan tata kelola migas, Bobby yakin penurunan harga gas yang ditunggu-tunggu kalangan pengusaha pun bisa tercapai. Karena itu artinya adanya efisiensi mulai dari proses eksplorasi hingga sampai ke konsumen akhir.  

"Secara umum yang sekarang sudah ditunggu adalah penurunan harga gas, mungkin bisa sampai US$ 7 per mmbtu dari US$ 10-US$ 12 per mmbtu. Itu tidak mudah namun pemerintah bisa mengurangi bagiannya lewat pengurangan pajak," kata Bobby, Rabu (26/10).

Bobby juga menyebut program prioritas lainnya yang juga harus segera diselesaikan adalah Undang-Undang Migas yang baru. Jika UU Migas yang baru sulit diterbitkan dalam jangka waktu pendek karena proses yang lama di DPR, maka pemerintah harusnya mengeluarkan Peraturan Pengganti undang-undang (Perppu) sebagai jembatan untuk perbaikan tata kelola migas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×