kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.927   18,00   0,10%
  • IDX 5.943   17,05   0,29%
  • KOMPAS100 770   4,91   0,64%
  • LQ45 595   5,40   0,92%
  • ISSI 205   -0,19   -0,09%
  • IDX30 331   2,96   0,90%
  • IDXHIDIV20 424   2,54   0,60%
  • IDX80 88   0,63   0,72%
  • IDXV30 116   0,69   0,59%
  • IDXQ30 108   0,68   0,63%

Kasus Ledakan Smelter Terus Terjadi, Ini Masukan dari Pengamat Energi


Minggu, 19 Mei 2024 / 19:27 WIB
Kasus Ledakan Smelter Terus Terjadi, Ini Masukan dari Pengamat Energi
ILUSTRASI. Smelter milik PT Kalimantan Ferro Industry di Kuta Kartanegara, Kalimantan Timur meledak. ANTARA FOTO/Jojon/aww.


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ledakan smelter nikel kembali berulang. Terbaru, kasus meledaknya pabrik smelter milik PT Kalimantan Ferro Industry di Kuta Kartanegara, Kalimantan Timur pada Kamis (16/5). 

Sebelumnya, pada Desember 2023, ledakan terjadi tungku smelter milik PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) di Morowali yang menewaskan 21 pekerja.

Menanggapi kasus ledakan smelter yang berulang terjadi, pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi mengatakan, kecelakaan dan meledaknya smelter sudah terjadi berulang kali bahkan merenggut nyawa yang tidak kecil.

Baca Juga: Pemerintah Diminta Segera Lakukan Audit Kelayakan Semua Smelter Perusahaan China

"Dari kejadian tersebut, saya menduga bahwa standar sistem keamanan di smelter yang sebagian besar dimiliki oleh China itu standarnya rendah," kata Fahmy saat dihubungi KONTAN, Minggu (19/5).

Ia menjelaskan, standar smelter tersebut tidak sesuai dengan standar internasional. Jika menggunakan standar internasional, standarnya zero accident atau tidak pernah terjadi kecelakaan kebakaran atau meledak, tapi ini malah terjadi berulang kali.

Fahmy memang apabila standar sistem keamanan smelter rendah, maka pemerintah lebih mengutamakan investasi dari luar meskipun dengan standar dan teknologi yang rendah daripada keselamatan para pekerja di smelter.

"Saya kira, smelter baru atau investor yang baru masuk harus memenuhi standar keamanan yang ditetapkan. JIka tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh pemerintah, maka pemerintah harus berani menolak investasi smelter tersebut," ungkapnya.

Baca Juga: Taipan Indonesia Ramai-Ramai Bisnis Smelter

Ia menambahkan, untuk smelter existing atau yang sekarang sudah beroperasi perlu adanya audit forensik secara berkala untuk memastikan bahwa smelter tersebut sesuai dengan standar yang ditetapkan.

"Saya kira itu upaya yang bisa dilakukan oleh pemerintah untuk mencegah terjadinya kebakaran atau ledakan smelter lagi," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×