kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -20.000   -0,77%
  • USD/IDR 17.922   13,00   0,07%
  • IDX 5.926   -10,17   -0,17%
  • KOMPAS100 765   -0,18   -0,02%
  • LQ45 589   -1,71   -0,29%
  • ISSI 206   -0,73   -0,35%
  • IDX30 328   -1,45   -0,44%
  • IDXHIDIV20 422   -0,98   -0,23%
  • IDX80 87   -0,08   -0,10%
  • IDXV30 116   -0,04   -0,04%
  • IDXQ30 108   -0,46   -0,42%

Impack Pratama (IMPC) Andalkan Permintaan Ritel dan Proyek untuk Dorong Kinerja 2026


Rabu, 14 Oktober 2026 / 07:26 WIB
Impack Pratama (IMPC) Andalkan Permintaan Ritel dan Proyek untuk Dorong Kinerja 2026
ILUSTRASI. PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) (Dok/IMPC)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) turut terdorong oleh perkembangan permintaan produk material bangunan di sepanjang tahun 2026.

Corporate secretary IMPC  Lenggana Linggawati  mengatakan permintaan produk material bangunan perusahaan menunjukkan perkembangan yang positif, baik dari segmen ritel maupun proyek. Pihaknya melihat masih terdapat peluang pertumbuhan di kedua segmen tersebut seiring dengan perkembangan aktivitas pasar dan konstruksi. 

“Secara umum, permintaan dari segmen ritel dan proyek menunjukkan perkembangan yang cukup baik sepanjang tahun ini. Kami melihat kedua segmen tersebut masih memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan Perseroan,” ungkap Lenggana kepada Kontan.co.id, Senin (12/10/2026). 

Baca Juga: Pengajuan RKAB 2027 Dibuka, Pengamat Minta Tata Kelola Tambang Diperbaiki

Untuk diketahui IMPC tercatat membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 2,47 triliun per semester I-2026. Meningkat 29,7% secara tahunan atau Year on Year (YoY) dibandingkan Rp 1,90 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Pertumbuhan penjualan turut mendorong kenaikan laba bersih menjadi Rp 446,5 miliar atau meningkat 51% secara tahunan. 

Meskipun punya prospek kinerja positif, manajemen melihat kenaikan harga bahan baku menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan untuk menjaga kinerja di sepanjang tahun. 

Ia mengatakan, sejalan dengan perkembangan harga bahan baku, perusahaan melakukan penyesuaian harga secara selektif. Sehingga dampaknya masih dapat dikelola melalui penyesuaian harga kepada pelanggan.

“Sejauh ini, Perseroan masih dapat melakukan penyesuaian harga kepada pelanggan dengan mempertimbangkan kondisi pasar,” ujarnya. 

Di sisi lain, perusahaan terus mendorong efektivitas kegiatan pemasaran serta efisiensi operasional untuk menjaga daya saing dan kinerja margin sampai akhir tahun nanti. 

IMPC belum merilis secara resmi laporan keuangan hingga kuartal III-2026. Namun, ia menyebut secara umum realisasinya masih menunjukkan pertumbuhan dari sisi penjualan, serta margin yang tetap terjaga. 

Baca Juga: Pertamina &Transjakarta Kembangkan Bus Hidrogen, Targetkan 2 Bus FCEV Beroperasi 2028

Pencapaian ini didukung oleh kekuatan brand Alderon serta jaringan distribusi yang luas dan tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, yang menjadi salah satu fondasi perusahaan dalam menjaga kedekatan dengan pasar dan pelanggan.

Untuk mendukung potensi pertumbuhan ke depan, IMPC juga melakukan ekspansi penambahan kapasitas produksi untuk atap Alderon dan meluncurkan beberapa produk baru pada tahun ini. 

“Dalam memperkenalkan produk baru, Perseroan senantiasa mengedepankan edukasi pasar untuk meningkatkan pemahaman pelanggan terhadap nilai tambah dan inovasi yang dihadirkan, sehingga dapat mendukung penerimaan produk di pasar secara berkelanjutan,” jelasnya. 

Sebelumnya,  IMPC membidik target pendapatan sebesar Rp 5,1 triliun pada tahun 2026. Sementara untuk laba bersih, diproyeksikan naik menjadi di atas Rp 800 miliar setelah melihat peningkatan profitabilitas sepanjang semester pertama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×