Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Persaingan di industri dashcam mulai bergeser. Jika sebelumnya produsen mengandalkan kualitas perekaman gambar sebagai nilai jual utama, kini teknologi kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI) mulai dimanfaatkan untuk menghadirkan layanan berbasis data yang memberikan nilai tambah bagi pengguna.
Tren tersebut mendorong pelaku industri mengembangkan ekosistem yang menggabungkan perangkat keras, layanan cloud, dan analisis berbasis AI.
Pendekatan ini dapat memperluas fungsi dashcam, dari sekadar alat perekam menjadi perangkat yang mampu membantu pengguna memahami pola berkendara sekaligus mendukung efisiensi operasional, terutama bagi perusahaan yang mengelola armada kendaraan.
Maka, BlackVue Indonesia menghadirkan pembaruan pada BlackVue Elite 10-2CH dalam ajang Gaikindio Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Pembaruan utamanya adalah kehadiran AI Copilot pada aplikasi BlackVue Fleeta yang memungkinkan pengguna menganalisis data berkendara melalui percakapan interaktif.
Baca Juga: Paramount Petals Perkuat Kota Mandiri Berkelanjutan
Melalui fitur tersebut, pengguna dapat mengajukan pertanyaan terkait perilaku berkendara. Seperti cara meningkatkan gaya mengemudi atau penyebab menurunnya nilai keselamatan berkendara. Sistem kemudian menganalisis data telematika yang tersimpan di BlackVue Cloud dan memberikan penjelasan serta rekomendasi berdasarkan riwayat perjalanan pengguna.
Direktur Pemasaran BlackVue Indonesia, Rudy mengatakan, AI Copilot menjadi bagian dari transformasi dashcam dari sekadar perangkat perekam menjadi solusi yang mampu mengolah data menjadi informasi yang mudah dipahami pengguna.
"Kini pengguna tidak hanya dapat merekam perjalanan, tetapi juga memahami perilaku mengemudi mereka melalui analisis yang mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan untuk meningkatkan keselamatan di jalan," ujar dia, dalam keterangannya, Minggu (2/8).
Menurut Rudy, teknologi tersebu untuk mendukung kebutuhan perusahaan yang mengelola armada kendaraan. Analisis berbasis data dinilai dapat membantu meningkatkan keselamatan pengemudi sekaligus mendorong efisiensi operasional.
Selain menghadirkan AI Copilot, BlackVue Elite 10-2CH tetap dibekali kemampuan perekaman video 4K, konektivitas BlackVue Cloud, serta fitur pemantauan kendaraan saat diparkir untuk mendukung keamanan kendaraan.
Rudy menilai, pemanfaatan AI akan menjadi salah satu arah perkembangan industri dashcam ke depan. Menurutnya, perangkat dashcam tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat bukti ketika terjadi insiden, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber informasi untuk membangun kebiasaan berkendara yang lebih aman.
"Kami melihat masa depan dashcam bukan hanya sebagai alat bukti ketika terjadi insiden, tetapi juga sebagai perangkat pintar yang mampu memberikan wawasan, membantu membangun kebiasaan mengemudi yang lebih aman, serta mendukung efisiensi operasional melalui analisis berbasis data," tutup Rudy.
Melalui pembaruan tersebut, BlackVue juga membidik pasar pengguna individu maupun segmen armada kendaraan yang membutuhkan solusi pemantauan berbasis data.
Pada ajang GIIAS 2026, perusahaan menawarkan program promosi untuk sejumlah lini produknya dengan potongan harga hingga 40%. Produk BlackVue dipasarkan melalui jaringan diler resmi di Indonesia dengan kisaran harga mulai Rp 2 jutaan hingga Rp 12 jutaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
