kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.559.000   -11.000   -0,43%
  • USD/IDR 18.166   -36,00   -0,20%
  • IDX 5.098   -184,26   -3,49%
  • KOMPAS100 656   -29,76   -4,34%
  • LQ45 515   -24,19   -4,48%
  • ISSI 171   -5,38   -3,04%
  • IDX30 289   -13,61   -4,49%
  • IDXHIDIV20 388   -17,40   -4,29%
  • IDX80 76   -3,38   -4,28%
  • IDXV30 108   -4,36   -3,89%
  • IDXQ30 98   -4,24   -4,16%

Kecerdasan Buatan & Teknologi Digital Dorong Inovasi di Sektor Pendidikan dan Budaya


Kamis, 29 Oktober 2026 / 19:54 WIB
Kecerdasan Buatan & Teknologi Digital Dorong Inovasi di Sektor Pendidikan dan Budaya
ILUSTRASI. KOREA-IPO/ELICE (REUTERS/Dado Ruvic)


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi digital membuka peluang pengembangan solusi di sektor pendidikan, pelestarian budaya, hingga pengelolaan lingkungan. Pengembangan teknologi ini juga membutuhkan pemahaman terhadap aspek sosial dan perilaku manusia agar inovasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Faculty of Humanities Binus University mengembangkan pendekatan tersebut melalui riset digital humanities yang menghubungkan teknologi dengan berbagai bidang ilmu. Fokus kajiannya mencakup pemanfaatan AI, psikologi digital, pendidikan, seni dan budaya, hingga ekonomi politik teknologi.

Dekan Faculty of Humanities Binus University, Elisa Carolina Marion mengatakan, perkembangan teknologi perlu diimbangi pemahaman terhadap kebutuhan manusia dan lingkungan.

"Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, inovasi tidak hanya berorientasi pada kemajuan teknologi itu sendiri, tetapi juga pada manusia dan lingkungan,” ujar Elisa.

Baca Juga: Okupansi Gudang Modern Jabodetabek Tembus 97%, Ruang Kosong Makin Terbatas

Penerapan digital humanities terlihat dalam sejumlah proyek. Mulai dari aplikasi puisi dan literasi digital, eksplorasi budaya Nusantara berbasis AI, tur museum virtual, hingga platform pembelajaran bahasa.

General Chair CoDHES 2026, Miranda Paulina Tahalele mengatakan, pengetahuan lokal Indonesia dapat menjadi sumber perspektif untuk pengembangan riset lintas disiplin.

"Kami ingin membuka ruang dialog dan kolaborasi agar pengetahuan tersebut dapat terus dikembangkan melalui penelitian lintas disiplin dan pemanfaatan teknologi digital,” kata Miranda.

Pengembangan digital humanities menjadi bagian dari riset Faculty of Humanities BINUS University selama lima tahun terakhir. Pendekatan ini menghubungkan teknologi digital dengan kajian kemanusiaan, termasuk pendidikan, budaya, dan lingkungan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×