kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.638.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

Kembangkan coalbed methane di Kalimantan, Exxon Mobil cari mitra kerjasama


Kamis, 21 Juli 2011 / 21:07 WIB
ILUSTRASI. Promo Transmart Carrefour hari ini 12 Oktober 2020. Suasana Transmart di Transpark Bintaro, Tangerang Selatan, Jumat (20/12). KONTAN/Baihaki/20/12/2019


Reporter: Veri Nurhansyah Tragistina, | Editor: Edy Can


JAKARTA. Exxon Mobil Corp, perusahaan minyak Amerika Serikat sedang mencari mitra kerjasama untuk mengembangkan proyek coalbed methane di Kalimantan. Kabar itu berhembus dari dokumen yang dirilis IndigoPool, anak usaha Schlumberger yang bergerak di bidang akuisisi dan merger perusahaan.

Berdasarkan dokumen itu, ExxonMobil menawarkan setengah working interest pada tiga blok proyek yaitu Banjar-1, Banjar-2 dan Tapin. Ketiga blok itu berada di Kalimantan Timur.

Saat ini, ExxonMobil memegang saham sekitar 49% tiga blok itu. Pemegang saham terbesar masih dipegang perusahaan lokal yaitu PT Sugico Graha yang menguasai 51% saham.

Sebagai informasi, perusahaan-perusahaan energi internasional saat ini memang sedang gencar menambah produksi gas metan batubara dan beberapa jenis gas alam non-konvensional seperti gas shale dan gas-tight.

Ekstraksi gas-gas jenis itu sebenarnya lebih susah dan menelan biaya lebih mahal ketimbang gas konvensional. Soalnya, gas-gas non-konvensional biasaya memiliki masa hidup lebih panjang ketimbang gas-gas normal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×