kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.037   32,00   0,19%
  • IDX 7.103   -81,40   -1,13%
  • KOMPAS100 982   -11,19   -1,13%
  • LQ45 720   -7,28   -1,00%
  • ISSI 254   -3,17   -1,23%
  • IDX30 391   -2,64   -0,67%
  • IDXHIDIV20 485   -1,85   -0,38%
  • IDX80 111   -1,07   -0,96%
  • IDXV30 135   -0,10   -0,08%
  • IDXQ30 127   -0,81   -0,63%

Kembangkan IoT, STI fokuskan pasar ke korporasi


Kamis, 09 November 2017 / 18:05 WIB


Reporter: Klaudia Molasiarani | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (STI), perusahaan yang memiliki merek dagang Net1 Indonesia (Net1) akan fokus menyasar segmen business to business (B2B) untuk mengembangkan jaringan 4G LTE dalam frekuensi 450 MHz.

Larry Ridwan, chief Executive Officer (CEO) Net1, segmen pasar korporat akan lebih besar. "Secara keseluruhan, (porsi) saya lebih besar ke B2B," ujarnya, Kamis (8/11).

Ada beberapa sektor yang bakal menjadi fokusnya, yakni perkebunan, pertambangan, perikanan, dan industri lain yang konektivitasnya masih menggunakan satelit. Namun perlu dicatat bahwa Net1 Indonesia juga menyasar pasar ritel yang spesifik mengarah pada daerah-daerah urban.

Melalui B2B, lanjut Larry, Net1 ingin mengembangkan bisnis Machine to Machine (M2M) maupun Internet of Things (IoT) yang target pasarnya tidak hanya korporasi, tetapi juga pemerintah daerah yang memiliki visi menjadi Smart Regency.

"Zaman dulu karena 4G belum ada dan jaringan 3G belum bagus, maka banyak korporasi yang memakai satelit. Hal-hal seperti itu yang saya ingin titik beratkan," ungkapnya.

Sekadar mengingatkan, pada bulan September 2016, STI berhasil mengantongi izin untuk menggelar jaringan 4G LTE di frekuensi 450 MHz secara nasional. Larry mengungkapkan, pihaknya ingin membawa jaringan 4G LTE ke daerah pedesaan dan sub urban lantaran frekuensi 450 MHz dinilai sangat cocok pada wilayah tersebut. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×