Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan usaha niaga Bahan Bakar Minyak (BBM) menghadapi tekanan ganda dari sisi lonjakan harga minyak dan kurs rupiah yang terus melemah. Harga minyak mentah dunia kembali melonjak ke atas level US$ 100 per barel, sedangkan rupiah bergerak melemah menuju level Rp 17.700 per dolar Amerika Serikat (AS).
Manajemen BP-AKR menyatakan terus memonitor perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta berbagai faktor operasional lain yang memengaruhi bisnis distribusi BBM.
Dalam menghadapi kondisi pasar yang dinamis, BP-AKR melakukan evaluasi dan penyesuaian operasional secara berkala, termasuk pengaturan distribusi secara aktif guna menjaga keberlangsungan operasional dan kualitas layanan kepada pelanggan.
"Terkait harga dan ketersediaan produk bahan bakar, BP-AKR terus melakukan evaluasi dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi pasar, operasional serta keberlanjutan layanan kepada pelanggan. Perusahaan juga terus melakukan pengelolaan pasokan dan distribusi secara aktif sesuai kebutuhan operasional," kata Manajemen BP-AKR kepada Kontan.co.id, Senin (18/5/2026).
Baca Juga: Harga Pertamax Ditahan, Pertamina Ditaksir Tanggung Beban Rp 6 Triliun per Bulan
Manajemen BP-AKR mengamini, kondisi pasar saat ini menjadi tantangan bagi pelaku usaha di sektor energi. Karena itu, Manajemen BP-AKR menekankan pentingnya menjaga iklim usaha yang sehat dan kondusif agar pelaku usaha dapat terus beroperasi secara berkelanjutan serta menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat.
Manajemen BP-AKR menyatakan sebagai badan usaha niaga BBM, pihaknya menjalankan kegiatan usaha sesuai ketentuan dan kebijakan pemerintah dalam tata kelola sektor energi.
"Kami meyakini pemerintah terus memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan masyarakat, ketahanan energi nasional, dan keberlangsungan iklim usaha yang sehat, sehingga seluruh pelaku industri dapat terus berkontribusi secara optimal," ungkap Manajemen BP-AKR.
Asal tahun saja, sejak April 2026 BP-AKR sudah tiga kali menyesuaikan harga untuk produk BBM jenis BP Ultimate Diesel. Sempat menembus Rp 30.890 per liter pada awal bulan ini, harga BP Ultimate Diesel dibanderol Rp 29.890 per liter sejak 8 Mei 2026.
Namun, BP-AKR masih menahan harga produk bensin dengan Research Octane Number (RON) 92 dan RON 95. Harga BP 92 masih dibanderol sebesar Rp 12.390 per liter, sementara harga BP Ultimate bertahan pada harga Rp 12.930 per liter.
Soal ketersediaan produk BBM, saat ini terpantau banyak terjadi kekosongan stok produk BP Ultimate di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) bp. Merespons hal ini, Manajemen BP-AKR menyatakan akan memenuhi secara bertahap stok produk BBM RON 95 tersebut.
Baca Juga: Pelaku Koperasi Susu Soroti Mahalnya Biaya Energi dan Harga Sapi Impor
“BP-AKR terus melakukan pengelolaan pasokan dan distribusi secara aktif. Kami mengharapkan dalam beberapa waktu ke depan BP Ultimate dapat kembali tersedia secara bertahap di lebih banyak jaringan SPBU bp sehingga pelanggan dapat kembali menikmati produk tersebut,” tandas Manajemen BP-AKR.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













