kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Kemen PU bangun pengendali banjir sepanjang 289 km


Senin, 25 November 2013 / 15:30 WIB
ILUSTRASI. Pelepasan ekspor produk olahan PT Panca Mitra Multiperdana ke pasar global, Jumat (4/12/2020). 


Sumber: Kompas.co | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kementerian Pekerjaan Umum (Kemenpu) memastikan telah melakukan revitalisasi berupa pembangunan dan pemeliharaan sarana pengendalian banjir serta pengamanan pantai guna menghadapi musim penghujan.

Moch Hasan Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PU memaparkan tahun ini beberapa langkah antisipasi pengendalian banjir yang sudah dilakukan adalah dengan membangun prasarana pengendali banjir sepanjang 298,77 km, rehabilitasi prasarana pengendali banjir sepanjang 182,13 km, serta operasi dan pemeliharaan prasarana pengendali banjir sepanjang 2.100 km.

“Pembangunan ini memperluas dampak luas lahan yang dilindungi menjadi sebesar 26.704 hektar. Pembangunan Sarana dan prasarana ini dilakukan merata di seluruh wilayah rawan banjir seperti di Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi dan Papua,” ujarnya akhir pekan lalu.

Untuk antisipasi banjir yang disebabkan air laut pasang, pengamanan pantai dan abrasi dilakukan pembangunan prasarana pengamanan pantai sepanjang 87,19 km, rehabilitasi prasarana pengamanan pantai sepanjang 4,87 km dan pemeliharaan prasarana pengamanan pantai sepanjang 62,1 km.

Dengan direvitalisasinya sarana antisipasi banjir ini diharapkan potensi banjir pada musim penghujan tahun ini di daerah rawan banjir dapat ditekan.

Saat ini diidentifikasi terdapat sembilan daerah rawan banjir yaitu, DKI Jakarta, Kali Bengawan Solo (Jawa Tengah, Jawa Timur), banjir lahar dingin Merapi (Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta), daerah Jratunseluna (Jawa Tengah), banjir lahar dingin Semeru (Jawa Timur), Sungai Citarum (Jawa Barat), Gunung Bawakaraeng (Sulawesi Selatan) dan kawah Gunung Ijen (Jawa Timur). (Bambang Priyo Jatmiko)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×