kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.928   28,00   0,16%
  • IDX 6.316   -24,47   -0,39%
  • KOMPAS100 834   -5,35   -0,64%
  • LQ45 631   -5,49   -0,86%
  • ISSI 217   -0,78   -0,36%
  • IDX30 356   -2,80   -0,78%
  • IDXHIDIV20 440   -3,20   -0,72%
  • IDX80 95   -0,75   -0,78%
  • IDXV30 118   -0,48   -0,40%
  • IDXQ30 114   -0,98   -0,85%

Kinerja Integra (WOOD) Dibayangi Ketidakpastian Global, Eropa Jadi Andalan Baru


Rabu, 22 Juli 2026 / 11:36 WIB
Kinerja Integra (WOOD) Dibayangi Ketidakpastian Global, Eropa Jadi Andalan Baru
ILUSTRASI. PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) (Dok/WOOD)


Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Ketidakpastian perdagangan global masih menjadi tantangan utama bagi PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD), dalam menjalankan bisnis ekspor sepanjang tahun 2026. Meski produk building components perseroan tidak dikenakan tarif impor Amerika Serikat, sentimen pasar dinilai masih mempengaruhi permintaan dari para pembeli.

Investor Relations PT Integra Indocabinet Tbk Ravenal Arvense mengatakan, kebijakan tarif Amerika Serikat menciptakan ketidakpastian yang membuat sebagian pelanggan lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan pembelian.

“Kebijakan tarif Amerika Serikat telah menciptakan ketidakpastian yang mempengaruhi bisnis ekspor, terutama melalui pelemahan sentimen pelanggan yang berdampak pada permintaan,” ujar Ravenal kepada KONTAN Rabu (22/7/2026).

Baca Juga: Integra Indocabinet (WOOD) Kejar Pertumbuhan Kinerja 2026, Ini Strateginya

Menurutnya, kondisi tersebut mendorong perseroan mempercepat diversifikasi pasar ekspor agar tidak bergantung pada satu kawasan tujuan.

WOOD kini memperluas pemasaran ke Eropa melalui produk flooring dan outdoor furniture. Langkah tersebut mulai menunjukkan hasil positif dengan pertumbuhan penjualan ke Eropa yang mencapai 654% secara tahunan sepanjang 2025 dan kembali melonjak 2.133% secara tahunan pada kuartal I-2026.

Selain ekspansi pasar, perseroan juga mengandalkan produk building components berbasis kayu seperti triplek dan kusen yang hingga kuartal I-2026 masih menjadi kontributor terbesar penjualan dengan porsi sekitar 87% dari total pendapatan.

Pada segmen furnitur, Ravenal menilai permintaan terhadap fully assembled furniture masih lebih tangguh dibandingkan knockdown furniture karena menyasar konsumen kelas menengah hingga atas yang relatif lebih tahan terhadap tekanan daya beli.

Di sisi lain, WOOD juga terus memantau perkembangan biaya logistik, dan rantai pasok global untuk menjaga kelancaran operasional.

Baca Juga: Trisula Textile (BELL) Targetkan Pendapatan Tumbuh 8% Ditopang Inovasi dan Ekspor

“Tantangan utama yang dihadapi Perseroan saat ini adalah ketidakpastian perdagangan global yang mempengaruhi sentimen pelanggan dan permintaan ekspor,” katanya.

Meski demikian, Ravenal menilai Indonesia masih memiliki daya saing. Dibandingkan dengan negara produsen lain seperti Vietnam dan China. Hal tersebut didukung ketersediaan bahan baku kayu yang melimpah, operasi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, serta tarif impor produk Indonesia ke Amerika Serikat yang saat ini lebih rendah dibandingkan Vietnam maupun China.

“Kondisi tersebut membuka peluang bagi Perseroan untuk meningkatkan penetrasi di pasar ekspor, seiring dengan strategi diversifikasi pasar dan pengembangan portofolio produk yang terus dijalankan,” pungkas Ravenal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×