kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45767,97   -12,34   -1.58%
  • EMAS1.024.000 0,10%
  • RD.SAHAM 0.16%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Kemendag ingin ekspor komoditi TPT bertahan setelah terimbas pandemi Covid-19


Rabu, 24 Juni 2020 / 22:52 WIB
Kemendag ingin ekspor komoditi TPT bertahan setelah terimbas pandemi Covid-19
ILUSTRASI. Tekstil. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/10/04/22

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kasan, mengajak seluruh elemen yang berkepentingan dalam industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia berkontribusi aktif memajukan ekspor TPT Indonesia.

Produk TPT masih menjadi salah satu komoditas unggulan Indonesia yang industrinya turut terganggu sejak terjadi pandemi Covid-19. Oleh karenanya, Kasan menambahkan diperlukan strategi ekspor tepat guna meningkatkan ekspor TPT, baik dari sisi peningkatan daya saing, relaksasi regulasi, asistensi teknik, dan penguatan promosi.

Baca Juga: Ini strategi diversifikasi dan adaptasi produk ekspor TPT di tengah pandemi Covid-19

Industri TPT dijelaskan Kasan, merupakan industri manufaktur nasional yang strategis. TPT memberikan sumbangan devisa ekspor dan merupakan industri padat karya yang menjadi salah satu ‘jaringan pengaman sosial’ dari sisi pendapatan penduduk.

"Untuk itu, pasar ekspor komoditas TPT harus dipertahankan, terutama setelah terkena imbas merebaknya COVID-19,” tutur Kasan dalam siaran pers yang diterima Kontan.co.id pada Rabu (24/6).

Sejak merebaknya Covid-19, perdagangan tekstil terkena imbas, mengingat bahan baku penolong dan aksesori sebagian besar diimpor dari Tiongkok. Kondisi pandemi, penerapan karantina wilayah (lockdown) di beberapa negara, dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Indonesia, turut mengganggu pasokan dan permintaan industri tekstil Indonesia di pasar lokal dan pasar ekspor.

Di pasar domestik sendiri terjadi kelambatan pembelian dan omzet pedagang. Sementara itu, kinerja ekspor TPT juga tercatat mengalami penurunan. Sebagai informasi pertumbuhan ekspor produk TPT selama periode 2015-2019 mengalami tren positif 1,99%. Kinerja ekspor produk TPT mengalami penurunan sejak 2019 dengan persentase penurunan sebesar 2,79% dibandingkan 2018.

Baca Juga: Jurus Kemendag dorong roda ekonomi berputar memasuki new normal

Nilai ekspor produk TPT Indonesia pada Januari-April 2020 mencapai US$ 3,64 miliar atau menurun 16,6% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$ 4,36 miliar.

Negara tujuan ekspor terbesar Indonesia pada 2019 adalah Amerika Serikat dengan pangsa pasar 36,21%, Jepang sebesar 10,34%, Tiongkok pangsa pasar 6,03%, Korea Selatan sebesar 4,79%, dan Jerman miliki pangsa pasar4,10%. Kelima pasar ini merupakan pasar utama produk TPT dengan jumlah pangsa pasar keseluruhan sebesar 61,47%.

Importir TPT di AS, Metrini Geopani Simatupang dan Emelie Conroy menyampaikan, TPT Indonesia memiliki potensi yang cukup baik di pasar Amerika, salah satunya tekstil yang exclusive dengan segmentasi tertentu, yang walaupun pasar masih kecil, namun permintaannya berkesinambungan.

Ketua Umum Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), Poppy Dharsono mengatakan pagelaran Indonesia Fashion Week (IFW) sebagai ajang promosi fesyen Indonesia yang semula direncanakan pada April 2020, diundur menjadi Oktober 2020. Selain itu, APPMI juga berkomitmen menjalin kerja sama dengan Kemendag untuk promosi fesyen, termasuk masker yang terbuat dari tekstil.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×