kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Kemendag kaji harga referensi daging ayam


Jumat, 11 April 2014 / 16:06 WIB
Kemendag kaji harga referensi daging ayam
ILUSTRASI. Makanan yang Tidak Baik untuk Kesehatan Ginjal


Reporter: Handoyo | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kementerian Perdagangan (Kemendag) tengah mengkaji kebijakan referensi harga daging ayam di tingkat konsumen dan harga ayam hidup di tingkat peternak. Langkah tersebut sebagai upaya untuk mengendalikan pasokan GPS (Grand Parent Stock) agar tidak terlalu banyak suplainya.

Bayu Krisnamurthi Wakil Menteri Perdagangan mengatakan, dengan adanya harga referensi tersebut dapat menghindarkan peternak ayam kecil. Seperti diketahui, seringkali harga ayam di tingkat peternak tidak selalu berkorelasi positif dengan harga daging ayam di tingkat eceran.

"Impor GPS, instrumen yang dipakai pemerintah," kata Bayu, Jumat (11/4). Dengan adanya harga referensi tersebut, maka pemerintah dapat mengendalikan importasi GPS untuk mendapatkan harga daging ayam yang ideal di tingkat konsumen.

Bayu bilang, setidaknya proses impor GPS hingga menjadi ayam di tingkat konsumen membutuhkan waktu sekitar 24 bulan-30 bulan. "Nantinya bisa diketahui, pasokan yang menyesuaikan," ujar Bayu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×