kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Kemendag kaji harga referensi daging ayam


Jumat, 11 April 2014 / 16:06 WIB
ILUSTRASI. Makanan yang Tidak Baik untuk Kesehatan Ginjal


Reporter: Handoyo | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kementerian Perdagangan (Kemendag) tengah mengkaji kebijakan referensi harga daging ayam di tingkat konsumen dan harga ayam hidup di tingkat peternak. Langkah tersebut sebagai upaya untuk mengendalikan pasokan GPS (Grand Parent Stock) agar tidak terlalu banyak suplainya.

Bayu Krisnamurthi Wakil Menteri Perdagangan mengatakan, dengan adanya harga referensi tersebut dapat menghindarkan peternak ayam kecil. Seperti diketahui, seringkali harga ayam di tingkat peternak tidak selalu berkorelasi positif dengan harga daging ayam di tingkat eceran.

"Impor GPS, instrumen yang dipakai pemerintah," kata Bayu, Jumat (11/4). Dengan adanya harga referensi tersebut, maka pemerintah dapat mengendalikan importasi GPS untuk mendapatkan harga daging ayam yang ideal di tingkat konsumen.

Bayu bilang, setidaknya proses impor GPS hingga menjadi ayam di tingkat konsumen membutuhkan waktu sekitar 24 bulan-30 bulan. "Nantinya bisa diketahui, pasokan yang menyesuaikan," ujar Bayu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×