kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.683   15,00   0,08%
  • IDX 6.095   -223,56   -3,54%
  • KOMPAS100 805   -27,79   -3,34%
  • LQ45 616   -14,28   -2,26%
  • ISSI 214   -11,19   -4,97%
  • IDX30 352   -8,00   -2,22%
  • IDXHIDIV20 439   -9,68   -2,16%
  • IDX80 93   -3,02   -3,15%
  • IDXV30 121   -3,14   -2,53%
  • IDXQ30 115   -2,35   -2,00%

Kemendag Sebut Ekspor Produk Kreatif Bisa Menadah Berkah dari Pelemahan Rupiah


Jumat, 22 Mei 2026 / 07:34 WIB
Kemendag Sebut Ekspor Produk Kreatif Bisa Menadah Berkah dari Pelemahan Rupiah
ILUSTRASI. Produk kreatif hasil kerajinan (KONTAN/Fransiskus Simbolon)


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perdagangan (Kemendag) menilai kinerja ekspor produk kreatif sejak awal tahun 2026 hingga saat ini belum terdampak oleh pelemahan nilai tukar rupiah.

Seperti diketahui,nilai tukar rupiah di pasar spot pada perdagangan Kamis (21/5/2026) ditutup di posisi Rp 17.667 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,07% dari perdagangan sebelumnya di level Rp 17.654 per dolar AS. 

Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag, Ari Satria, mengatakan, secara teoretis, merosotnya mata uang Garuda dapat membuat harga produk kreatif lokal lebih kompetitif di pasar ekspor.

Baca Juga: AI Berkembang, Desainer Jadi Salah Satu Profesi Banyak Dicari di Industri Kreatif

"Memang dengan pelemahan rupiah, seharusnya harga barang kita lebih bersaing. Tapi ini kan pelemahan rupiah baru signifikan seminggu ini, dampaknya belum terlihat," katanya usai agenda Mini Talkshow dan Pameran Rumah Tenun Magelang di Alun-Alun Indonesia, Grand Indonesia, Kamis (21/5/2026).

Tak hanya itu, turunnya nilai tukar rupiah pun bisa mengerek nilai ekspor dalam mata uang dolar AS.

Meskipun begitu, Ari memproyeksikan produk kreatif yang diekspor baru dapat merasakan manfaat dari pelemahan kurs rupiah ini pada dua atau tiga bulan ke depan.

Ari melanjutkan, eksportir produk kreatif dengan bahan baku yang sepenuhnya lokal lebih berpotensi mendulang untung dari pelemahan rupiah.

Sementara untuk produk-produk yang 100% dari lokal, Ari optimistis, kinerja ekspornya masih mampu berkembang lebih jauh ke depan.

Baca Juga: Pelemahan Rupiah Tak Bikin Eksportir Untung

"Kalau produk-produk yang berbahan baku impor mungkin akan sulit juga untuk meningkatkan ekspor, karena kenaikan harga jualnya akan tergerus dengan kenaikan harga bahan baku impor," ujar Ari.

Ari menambahkan, sepanjang kuartal I-2026, produk kreatif tenun Indonesia telah diekspor ke sejumlah negara, baik untuk pasar di Amerika Serikat (AS), Asia, serta Eropa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×