Reporter: Dimas Andi | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah meningkatnya ancaman digital dan kebutuhan akan sistem keamanan siber yang semakin kuat, pengembangan talenta muda menjadi salah satu faktor penting. Indonesia memiliki potensi besar di bidang keamanan siber.
Namun perlu dukungan ekosistem yang mampu mendorong talenta muda berkembang dan bersaing di tingkat global. Presiden Direktur PT Itsec Asia Tbk (CYBR), Patrick Dannacher mengatakan, tantangan utama di era digital saat ini tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia.
“Kita sering bicara soal ancaman siber, tapi jarang membahas kesiapan talenta. Faktanya, talenta muda Indonesia sudah mampu bersaing di level global. Yang belum kita bangun secara serius adalah ekosistem yang mendukung mereka untuk terus berkembang,” ujar Patrick, Rabu (20/5).
Inisiatif tersebut juga sejalan dengan komitmen Itsec Asia melalui anak usahanya, Itsec Cyber & AI Academy, menjembatani kesenjangan antara kebutuhan industri dan kesiapan talenta siber. Melalui berbagai program pelatihan dan pengembangan, akademi tersebut berupaya membangun fondasi ekosistem keamanan siber yang lebih kuat dan berkelanjutan di Indonesia.
Baca Juga: Harga Minyak Melonjak, Pertamina Patra Niaga Buka Suara Soal Biaya Kompensasi BBM
Pada kesempatan yang sama, Itsec Asia turut memperkenalkan inisiatif pengembangan solusi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk memperkuat kapabilitas keamanan siber yang lebih adaptif dan otonom. Langkah ini mencerminkan fokus perusahaan dalam membangun ekosistem keamanan siber yang tidak hanya bertumpu pada teknologi, tetapi juga pada penguatan talenta dan kapabilitas lokal.
CYBR juga memperkenalkan pengembangan IntelliBron Aman versi Enterprise dan School guna mendukung perlindungan digital di sektor bisnis dan pendidikan melalui pendekatan keamanan yang lebih terpusat dan adaptif.
Solusi IntelliBron Aman sendiri telah diunduh lebih dari 200.000 kali dan menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi keamanan digital yang relevan dengan kebutuhan berbagai sektor di Indonesia.
Bagi Itsec Asia, pengembangan teknologi dan penguatan talenta merupakan dua aspek yang saling berjalan beriringan dalam membangun ketahanan digital nasional.
Melalui pendekatan tersebut, perusahaan memandang pengembangan ekosistem AI dan keamanan siber sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan Indonesia di era digital.
“Kami percaya masa depan keamanan siber dan AI Indonesia akan sangat ditentukan oleh talenta-talenta muda hari ini. Harapannya, semakin banyak generasi muda yang mendapatkan ruang untuk berkembang, berinovasi dan berkontribusi bagi ketahanan digital nasional,” kata Patrick.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













