kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.870   24,00   0,14%
  • IDX 8.885   -52,03   -0,58%
  • KOMPAS100 1.226   -2,75   -0,22%
  • LQ45 867   -1,47   -0,17%
  • ISSI 324   0,11   0,04%
  • IDX30 441   1,22   0,28%
  • IDXHIDIV20 520   3,38   0,65%
  • IDX80 136   -0,29   -0,21%
  • IDXV30 144   0,32   0,22%
  • IDXQ30 142   1,10   0,79%

Kemendag Terima 7.887 Laporan Pengaduan Konsumen Senilai Rp 18,19 Miliar pada 2025


Senin, 12 Januari 2026 / 17:49 WIB
Kemendag Terima 7.887 Laporan Pengaduan Konsumen Senilai Rp 18,19 Miliar pada 2025
ILUSTRASI. Gedung Kementerian Perdagangan RI (KONTAN/Achmad Fauzie) Kemendag melaporkan telah menerima sebanyak 7.887 laporan konsumen senilai Rp 18.194.348.894 sepanjang tahun 2025.


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perdagangan (Kemendag) melaporkan telah menerima sebanyak 7.887 laporan konsumen senilai Rp 18.194.348.894 yang masuk melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (Ditjen PKTN) sepanjang tahun 2025.

Direktur Jenderal PKTN, Moga Simatupang memaparkan, laporan tersebut meliputi 7.526 pengaduan konsumen, 258 pertanyaan, dan 103 informasi. 

"Sebanyak 7.853 laporan (99%) berhasil ditangani. Sementara itu, 34 pengaduan sektor barang elektronik, kendaraan bermotor, dan jasa pariwisata sedang diproses," ujar Moga dalam keterangan resmi, Senin (12/1/2026).

Adapun laporan konsumen tersebut meliputi sektor elektronik, kendaraan bermotor, dan sistem pembayaran.

Baca Juga: Gerai Coffee Shop di Indonesia Makin Menjamur, Bisnis Kopi Mulai Jenuh?

Dari 7.887 laporan, terdapat 7.836 laporan terkait transaksi perdagangan melalui sistem elektronik. Artinya, 99% dari jumlah layanan konsumen yang masuk selama 2025 merupakan permasalahan konsumen yang bersumber dari transaksi daring.

Sedangkan pada sektor sistem pembayaran, pengaduan konsumen disebut lebih banyak mengenai permasalahan isi ulang saldo, serta kendala penggunaan paylater dan kartu kredit.

Pada sektor elektronik dan kendaraan bermotor, pengaduan konsumen lebih banyak mengenai barang tidak sesuai dengan yang dijanjikan, barang mengalami kerusakan, dan kendala klaim garansi ke pusat layanan (service center).

Secara nilai sepanjang 2025, Moga melanjutkan, nilai transaksi konsumen meningkat 379% ke Rp 18.194.348.894 dibanding transaksi pada 2024 yang tercatat hanya Rp 3.797.573.216.

"Hal ini dapat mengindikasikan indeks keberdayaan konsumen Indonesia sudah berada pada level kritis, yaitu berani menyuarakan permasalahan dan memperjuangkan haknya melalui jalur yang tepat,” jelasnya.

Baca Juga: Kuota Impor Daging Swasta Dipangkas Jadi 30.000 Ton pada 2026, Ini Respon APPDI

Selanjutnya: Kuota Impor Daging Sapi Dipangkas Jadi 30.000 Ton, Pengusaha Wanti-Wanti Harga Naik

Menarik Dibaca: Harga Emas Hari Ini Rekor All Time High, Nyaris Mencapai US$ 4.600 per troi ons

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×