kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Kemenpar gelar bimbingan teknis untuk pengelola ekowisata


Minggu, 11 November 2018 / 22:55 WIB
Kemenpar gelar bimbingan teknis untuk pengelola ekowisata
ILUSTRASI. WISATA JEMBATAN GANTUNG


Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pariwisata akan menggelar bimbingan teknis, salah satunya untuk pengelola Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Bimtek akan digelar di Lido Lake Resort dan Hutan Bodogol, Bandung, pada 13-14 November 2018 mendatang.

Dalam gelaran bimtek tersebut, Kemenpar akan mengundang Ketua Tim Percepatan Pengembangan Ekowisata David Makes, Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Kementerian LHK Wahju Rudianto, serta Konsultan Pariwisata dari British Council Wiwien Tribuwani Wiyonoputri.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan potensi yang dimiliki taman nasional di sekitar Jawa Barat memang sangat besar. Setidaknya, ada tiga taman nasional yang merupakan ekowisata sekaligus prototipe bagi beberapa wilayah lainnya, yaitu Gunung Ciremai, Gunung Gede Pangrango, dan Gunung Halimun-Salak.

"Posisi Sukabumi sebenarnya menciptakan cross selling antara Jakarta dan Jawa Barat. Jadi, sudah sangat tepat menggelar bimtek di Sukabumi karena kemajuan ekowisata di Jawa Barat juga nantinya akan berdampak terhadap daerah lainnya," kata Arief Yahya dalam keterangan yang diterima KONTAN, Minggu (11/11).

Sementara itu Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar Rizki Handayani mengatakan terkait bimtek yang akan digelar, peserta bimtek mayoritas akan diisi oleh para pengelola kawasan lindung, seperti taman nasional dan taman wisata alam.

"Mereka akan diarahkan harus pandai dalam menceritakan keistimewaan kawasan yang dikelolanya. Mana yang penting diusung menjadi tema interpretasi yang kemudian digali dan dikuasai pengetahuannya, untuk diceritakan kepada pengunjung," ujar Rizki.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×