kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.000   -49,00   -0,29%
  • IDX 7.184   136,22   1,93%
  • KOMPAS100 993   21,00   2,16%
  • LQ45 727   10,98   1,53%
  • ISSI 257   5,98   2,38%
  • IDX30 393   4,71   1,21%
  • IDXHIDIV20 487   -0,17   -0,03%
  • IDX80 112   2,02   1,84%
  • IDXV30 135   -0,77   -0,57%
  • IDXQ30 128   1,38   1,08%

Kementan dorong setiap daerah punya kopi khas


Kamis, 03 April 2014 / 16:58 WIB
ILUSTRASI. Sambal Gami yang awet dan tahan lama (Youtube/Manjur Makan)


Reporter: Mona Tobing | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Demi meningkatkan daya saing kopi nasional, Kementerian Pertanian (Kementan) akan berupaya untuk mendorong produksi kopi daerah. Saat ini ada lima produk berlabel kopi daerah yang begitu diminati. Antara lain, Kopi Gayo, Kopi Lintong, Kopi Bali, Kopi Toraja dan Kopi Luwak.

Kelima produk kopi tersebut dianggap telah memiliki image atau brand yang jika dikembangkan bakal mampu memberikan tambahan devisa negara.

Azhwar Abubakar, Direktur Tanaman Rempah Penyegar Kementan mengatakan bahwa saat ini pemerintah tengah mendorong agar setiap daerah memiliki kopi daerah.  Sebab kata dia, baru ada lima kopi daerah yang “nongol” dipasaran. "Kopi daerah akan menjadikan brand kuat," kata Azhwar, Kamis (3/4).

Apalagi, lanjut Azhwar, peluang kopi daerah untuk masuk pasar ekspor kopi internasional masih sangat tinggi. Buktinya, dari total produksi kopi nasional yang sebesar 698 juta ton pada 2013 lalu, sebanyak 534 juta ton kopi untuk pasar ekspor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×