kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.526.000   -20.000   -0,79%
  • USD/IDR 18.159   -7,00   -0,04%
  • IDX 5.057   -41,01   -0,80%
  • KOMPAS100 651   -4,49   -0,68%
  • LQ45 515   -0,12   -0,02%
  • ISSI 169   -2,02   -1,18%
  • IDX30 290   0,46   0,16%
  • IDXHIDIV20 392   3,47   0,89%
  • IDX80 75   -0,37   -0,49%
  • IDXV30 109   1,70   1,58%
  • IDXQ30 98   0,32   0,33%

Kementan dorong setiap daerah punya kopi khas


Kamis, 03 April 2014 / 16:58 WIB
ILUSTRASI. Sambal Gami yang awet dan tahan lama (Youtube/Manjur Makan)


Reporter: Mona Tobing | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Demi meningkatkan daya saing kopi nasional, Kementerian Pertanian (Kementan) akan berupaya untuk mendorong produksi kopi daerah. Saat ini ada lima produk berlabel kopi daerah yang begitu diminati. Antara lain, Kopi Gayo, Kopi Lintong, Kopi Bali, Kopi Toraja dan Kopi Luwak.

Kelima produk kopi tersebut dianggap telah memiliki image atau brand yang jika dikembangkan bakal mampu memberikan tambahan devisa negara.

Azhwar Abubakar, Direktur Tanaman Rempah Penyegar Kementan mengatakan bahwa saat ini pemerintah tengah mendorong agar setiap daerah memiliki kopi daerah.  Sebab kata dia, baru ada lima kopi daerah yang “nongol” dipasaran. "Kopi daerah akan menjadikan brand kuat," kata Azhwar, Kamis (3/4).

Apalagi, lanjut Azhwar, peluang kopi daerah untuk masuk pasar ekspor kopi internasional masih sangat tinggi. Buktinya, dari total produksi kopi nasional yang sebesar 698 juta ton pada 2013 lalu, sebanyak 534 juta ton kopi untuk pasar ekspor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×