kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Kena PPn, harga sapi Bulog tembus Rp 100.000/Kg


Kamis, 21 Januari 2016 / 19:45 WIB
Kena PPn, harga sapi Bulog tembus Rp 100.000/Kg


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Dampak dari kebijakan Peraturan Menteri Keuangan nomor 267/PMK.010/2015 soal pengenaan pajak pertambahan nilai (PPn) 10% pada setiap ternak semakin meluas. Tak hanya perusahaan swasta, Perum Bulog juga akan bersiap menaikkan harga bila PPn 10% tetap diterapkan.

Direktur Utama Bulog Djarot Kusumayakti mengatakan, selama ini Bulog menjual daging sapi dengan harga sekitar Rp 95.000 - Rp 98.000 per kg atau selalu di bawah Rp 100.000 per kg. Nah, dengan adanya penambahan PPn 10%, maka ada kemungkinan harga daging sapi Bulog bisa naik menjadi di atas Rp 100.000 per kg.

"Selama ini Bulog jual daging sapi di bawah Rp 100.000 per kg, tapi kita lihat kalau ditambah PPn 10% mungkin harganya akan tembus di atas Rp 100.000 per kilo," ujar Djarot, Kamis (21/1).

Djarot mengaku masih belum ada pembicaraan di internal Bulog terkait adanya tambahan pajak tersebut.

Namun kenaikan harga daging sapi di pasaran, menurut Djarot disebabkan pasokan daging mulai langka. Kendati begitu, Bulog sudah melepas stok sapi sisa impor tahun lalu sebanyak 4.000 ekor untuk kebutuhan pasar. "Kita lepas sapi karena kekurangan suplai di lapangan," imbuh Djarot.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×