kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.810.000   -40.000   -1,40%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Kenaikan harga GKP pukul industri makanan dan minuman


Senin, 18 Oktober 2010 / 07:53 WIB
Kenaikan harga GKP pukul industri makanan dan minuman
ILUSTRASI. Gedung tertinggi di Jakarta, GAMA Tower - Hotel Westin


Reporter: Raka Mahesa W |

JAARTA. Kenaikan harga gula kristal putih (GKP) bakal memukul usaha kecil menengah di bidang makanan yang menggunakan gula sebagai bahan baku produk. Pada bulan September 2010 lalu, harga GKP masih berada di kisaran Rp 7.800-Rp 8.000 per kg, sedangkan bulan ini sudah menembus Rp 10.000-Rp12.000 per kg.

Franky Sibarani, Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) menjelaskan, dampak kenaikan harga gula kristal putih akan sangat terasa bagi industri kecil dan menengah. Pasalnya, selama ini industri makanan dan minuman sulit mendapatkan gula rafinasi; gula yang mestinya digunakan oleh industri. Tahu sendiri, harga gula rafinasi lebih murah dan relatif lebih stabil dibanding GKP.

“Pemerintah seharusnya memperhatikan usaha kecil dan menengah. Selama ini kebanyakan dari mereka masih menggunakan GKP,” katanya. kepada KONTAN, Minggu (17/10)

Sejumlah industri makanan dan minuman menggunakan gula sebagai bahan baku utama. Contohnya, bahan baku industri sirup adalah gula dengan porsi lebih dari 50%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×