kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Keraton Yogyakarta bakal punya tetangga apartemen


Senin, 30 Januari 2012 / 09:00 WIB
ILUSTRASI. Ada warna pink, harga terbaru sepeda wanita Element Sanrio bersahabat di dompet


Reporter: Adisti Dini Indreswari | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. PT Bakrieland Development Tbk akan membangun tiga apartemen tahun ini. Salah satu dari apartemen itu berada di kota Yogyakarta, tak jauh dari Keraton Yogyakarta. Bakrieland berharap, properti berkonsep kondominum ini bisa berdiri bulan September mendatang.

Kondominium itu akan memiliki 290 unit, dan direncanakan diluncurkan di bulan Februari nanti. Selain proyek ini, Bakrieland akan mendirikan dua proyek kondominium lagi di Jakarta, yaitu di Rasuna Epicentrum dan Tendean.

"Belum pasti yang mana dulu, yang pasti di akhir tahun ini," ujar Agus J. Alwie, Direktur Pelaksana dan Chief Executive Officer (CEO) unit usaha city property Bakrieland kepada KONTAN, akhir pekan lalu. Kondominium di Rasuna Epicentrum akan memiliki 440 unit, sedangkan Tendean 290 unit.

Agus bilang, ketiga kondominium yang akan dibangun menyasar segmen berbeda. Kondominium di Rasuna Episentrum akan membidik kelas menengah ke atas dibanderol mulai Rp 27 juta per meter persegi (m2). "Kami lihat pasar kondominium masih luas untuk investasi," ujar Agus. Sedangkan dua lainnya ditujukan untuk kelas menengah, karena itu harganya pun lebih murah, dari Rp 15,5 juta sampai Rp 16 juta per m2.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×