kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Kinerja Trisula kuartal I ditopang ekspor


Selasa, 05 Mei 2015 / 14:12 WIB
ILUSTRASI. Pekerja sedang mengecek gulungan baja jenis Hot Rolling Mill di Pabrik PT.Krakatau Steel (Persero) di Cilegon,Banten,Selasa (24/8). KONTAN/Fransiskus Simbolon/24/08/2010


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Kinerja industri ritel pada tiga bulan pertama tahun ini cukup positif. Contohnya, kinerja PT Trisula International Tbk yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham TRIS.

Pada periode kuartal pertama tersebut, perusahaan meraih penjualan bersih Rp 213,99 miliar, naik 14% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Alhasil, laba bersih pemengang merek fesyen G2000 dan UniAsia ini tumbuh sebesar 32% menjadi Rp 12,56 miliar.

Hanya saja, kenaikan ini lebih didorong oleh penjualan ekspor ketimbang penjualan domestik. Manajemen mengakui jika kondisi pasar domestik sedang kurang cemerlang. Penjualan domestiknya hanya mengalami kenaikan sekitar 10%, sementara ekspor mengalami kenaikan kurang lebih 20%. Kebetulan, 78% dari total penjualan bersih Trisula merupakan penjualan ekspor.

"Seperti biasa, setelah Imlek, penjualan domestik lesu, masuk ke suasana low season. Nanti jelang bulan puasa kembali menuju peak season. Bulan April ini sudah mulai terlihat, penjualannya lebih bergairah dibanding Maret," jelas Direktur Utama Trisula International, Tjhoi Lisa Tjahyadi kepada KONTAN, (4/5).

Dia menambahkan, kenaikan ekspor itu lantaran ada kenaikan cukup signifikan dari pasar New Zealand. Hal ini diimbangi dengan investasi berupa otomatisasi mesin yang dilakukan manajemen sejak dua tahun lalu sehingga kapasitas produksinya bisa mengalami permintaan tersebut.

Kendati demikian, bukan berarti Trisula bakal sepenuhnya mengandalkan pasar ekspor. Sebab, tidak semua permintaan negara asing sebaik permintaan dari New Zealand. Bahkan, permintaannya tidak berbeda jauh seperti di pasar domestik, salah satunya dari pasar Jepang.

"Jadi, setiap segmen baik domestik atau ekspor punya targetnya masing-masing karena dari segmen ekspor ada juga yang targetnya tidak tercapai," pungkas Lisa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×