Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan pengelolaan bisnis rantai dingin di lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dijalankan secara profesional dan berkelanjutan.
Upaya tersebut dilakukan melalui bimbingan teknis (bimtek) pengelolaan usaha rantai dingin kepada pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di berbagai daerah.
Penguatan rantai dingin menjadi bagian penting dalam pengembangan ekosistem KNMP, terutama untuk menjaga mutu hasil perikanan sejak pascapanen hingga sampai ke konsumen.
Plt Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Machmud menegaskan, keberadaan pabrik es dan cold storage di kawasan KNMP berperan strategis dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus mendukung visi ekonomi biru dan ketahanan pangan nasional.
Baca Juga: KKP Pastikan Pengawasan Ketat Pelaksanaan Kampung Nelayan Merah Putih
Ia menjelaskan, pengelolaan pascapanen yang berorientasi pada mutu dan kualitas akan meningkatkan daya saing serta nilai tambah produk perikanan. Karena itu, KKP tidak hanya mendorong ketersediaan infrastruktur, tetapi juga memastikan kualitas pengelolaannya berjalan efektif dan profesional.
Untuk mendukung hal tersebut, KKP memfasilitasi penyediaan sarana dan prasarana rantai dingin terintegrasi, mulai dari cold storage portabel, pabrik es, kendaraan berpendingin, hingga cool box.
Seluruh fasilitas itu dirancang untuk menjaga kualitas hasil tangkapan nelayan sejak setelah panen hingga proses distribusi dan pemasaran.
Melalui bimtek yang digelar, KKP berharap para pengelola KNMP memiliki pemahaman strategis dalam mengelola sistem rantai dingin secara efisien dan berkelanjutan.
Dengan pengelolaan yang tepat, fasilitas yang tersedia tidak hanya menjadi sarana pendukung, tetapi juga instrumen penciptaan nilai tambah bagi nelayan.
Ke depan, KKP akan melanjutkan pendampingan teknis di lapangan dengan melibatkan Kementerian Koperasi. Machmud menegaskan bahwa keberhasilan sistem rantai dingin tidak semata ditentukan oleh infrastruktur, melainkan oleh kualitas manajemen usaha yang dijalankan.
Baca Juga: Pemerintah Gelontorkan Rp 2,2 Triliun untuk Bangun 100 Kampung Nelayan Merah Putih
“Kuncinya ada pada pengelolaan,” ujarnya singkat.
Senada dengan itu, Direktur Pemberdayaan Usaha Ditjen PDSPKP Catur Sarwanto menyampaikan bahwa bimtek ini merupakan bagian dari percepatan program KDMP dan KNMP.
Sebanyak 350 peserta, yang terdiri atas pengurus KDMP hingga kepala dinas kabupaten/kota, mengikuti bimtek tersebut. Mereka berasal dari 65 lokasi KNMP yang telah menerima sarana rantai dingin, seperti kendaraan berpendingin dan cold storage.
Dalam bimtek tersebut, sejumlah pengelola koperasi turut berbagi pengalaman. Salah satunya, Sugito dari KSU Mina Barokah Juwana, Pati, Jawa Tengah, yang menyebut integritas pengelola dan pengemudi sebagai faktor krusial keberhasilan usaha kendaraan berpendingin.
“Kalau pengelolanya jujur, usaha berjalan lancar,” katanya.
Hal serupa disampaikan Wading, pengelola Koperasi Mina Muara Sejahtera. Menurutnya, kesamaan visi dan integritas pengurus menjadi fondasi utama keberhasilan pengelolaan cold storage portable berkapasitas 10 ton yang dijalankan koperasinya.
Baca Juga: Percepat Program KNMP,Menteri Trenggono Cek Kampung-Kampung Nelayan di Kepulauan Riau
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan KNMP merupakan program terobosan pemerintah untuk mentransformasi kampung nelayan tradisional menjadi kawasan yang lebih modern dan produktif.
Melalui program ini, KKP membangun berbagai sarana pendukung kegiatan perikanan dan infrastruktur sosial dalam satu kawasan terpadu, mulai dari dermaga, cold storage, bengkel kapal, balai pelatihan, hingga sentra kuliner.
Selanjutnya: Astra Sedaya Finance (ASDF) Siapkan Dana Rp 1,52 Triliun Lunasi Obligasi Jatuh Tempo
Menarik Dibaca: Promo Alfamart Paling Murah Sejagat 8-15 Februari 2026, Sambal Indofood Beli 2 Hemat
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













