Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan harga komoditas dinilai akan menjadi katalis positif bagi penjualan alat berat pada tahun ini. Pelaku industri memproyeksikan dampak peningkatan tersebut mulai terasa seiring aktivitas produksi tambang yang meningkat.
Direktur Operasi Penjualan PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) Jhonly P. D. Runtu mengatakan, secara historis lonjakan harga komoditas mendorong perusahaan tambang meningkatkan produksi untuk memenuhi kontrak.
Kondisi tersebut biasanya diikuti dengan penambahan unit alat berat baru serta peremajaan armada (fleet renewal) guna menjaga efisiensi operasional.
“Proses ini penting untuk menjaga efisiensi dan keandalan armada, mengurangi downtime, serta menekan biaya perawatan, sehingga kinerja operasional dapat meningkat,” ujarnya kepada Kontan, Rabu (8/4/2026).
Baca Juga: Intraco Penta (INTA) Ungkap Penjualan Alat Berat Masih Tertekan, Imbas RKAB Tertahan
Jhonly memperkirakan, dampak kenaikan harga komoditas terhadap penjualan alat berat akan mulai terlihat pada semester pertama 2026, seiring penyesuaian strategi operasional perusahaan tambang terhadap kondisi pasar yang lebih menguntungkan.
Lebih lanjut, ia menyebut harga komoditas, khususnya batubara, masih menjadi faktor utama penopang bisnis alat berat. Kenaikan harga akan mendorong peningkatan aktivitas tambang yang berdampak langsung pada kebutuhan alat berat, baik untuk penambahan unit maupun penggantian armada lama.
Selain itu, faktor nilai tukar dan kelancaran logistik juga menjadi perhatian. KOBX terus memantau distribusi dari prinsipal luar negeri hingga ke dalam negeri guna memastikan pengiriman unit dan suku cadang berjalan lancar.
Jhonly menambahkan, kesiapan layanan purna jual juga menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan pelanggan.
Saat ini, Kobexindo telah didukung jaringan 16 kantor cabang di berbagai wilayah strategis untuk menunjang kebutuhan teknis dan operasional konsumen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













