kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.750   55,12   0,97%
  • KOMPAS100 745   10,10   1,37%
  • LQ45 567   9,91   1,78%
  • ISSI 199   0,79   0,40%
  • IDX30 321   5,75   1,82%
  • IDXHIDIV20 396   7,09   1,82%
  • IDX80 85   1,30   1,55%
  • IDXV30 107   1,20   1,13%
  • IDXQ30 104   1,67   1,64%

Komisi VII DPR tunggu kejelasan definitif soal holding geothermal


Senin, 25 Oktober 2021 / 20:38 WIB
ILUSTRASI. Suasana kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/7/2021). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eddy Soeparno mengatakan, sampai dengan saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi terbaru mengenai rencana pembentukan holding geothermal maupun aksi korporasi listing maupun Initial Public Offering (IPO) PT Pertamina Geothermal Energy (PGE). 

Perihal Holding BUMN Geothermal, Eddy bilang, pihaknya sedang memantau kondisinya. "Memang isu awal merupakan valuasi, tetapi isu berikut terkait dengan siapa yang digunakan sebagai perusahaan yang akan menjadi induk holding," jelasnya kepada Kontan.co.id, Senin (25/10). 

Eddy bilang, pihaknya masih menunggu di masa sidang berikutnya ada kejelasan definitif perihal holding geothermal dari Pertamina maupun Kementerian. 

Baca Juga: Pemerintah ingin dorong skema power wheeling, ini plus dan minusnya

Adapun mengenai aksi korporasi llisting di Bursa Efek Indonesia (BEI), Eddy memaparkan, pembentukan holding akan terlaksana terlebih dahulu sebelum IPO. 

Menurut Eddy, bagaimanapun juga akan dilakukan restrukturisasi maupun rekapitalisasi setelah ada nilai tambah yang diperoleh pasca-merger atau pembentukan holding

"Setelah itu, baru dilaksanakan IPO. Baik itu dari holding maupun anak perusahaan, tapi logikanya holding akan di-listing," kata Eddy. 

Selanjutnya: Pembentukan BUMN geothermal dalam tahap pembicaraan penggabungan aset PGE dan PLN

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×