kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.597.000   -16.000   -0,61%
  • USD/IDR 17.998   74,00   0,41%
  • IDX 6.148   -94,03   -1,51%
  • KOMPAS100 799   -14,31   -1,76%
  • LQ45 612   -9,30   -1,50%
  • ISSI 212   -3,34   -1,55%
  • IDX30 339   -4,87   -1,42%
  • IDXHIDIV20 427   -2,25   -0,52%
  • IDX80 91   -1,67   -1,79%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,73%
  • IDXQ30 110   -0,92   -0,84%

Kondisi penyuluh perikanan memprihatinkan


Selasa, 02 September 2014 / 15:35 WIB
ILUSTRASI. Suasana pabrik komponen otomotif PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) di Cikarang, Jawa Barat.


Reporter: Mona Tobing | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Sebagai negara maritim dengan potensi kelautan dan perikanan mencapai Rp 3.000 triliun pertahun. Sudah selayaknga jumlah penyuluh perikanan dalam kapasitas besar demi mengoptimalkan sumberdaya kelautan dan perikanan. Sayang, jumlah penyuluh perikanan terbilang mini.

Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat hanya 15% sebanyak 12.113 dari total jumlah penyuluh di Indonesia atau sebanyak 76.877 orang. Jika dibandingkan dengan jumlah penyuluh pertanian mencapai 56.335 orang.

"Akibatnya banyak potensi yang tidak dapat digarap dengan maksimal karena kurangnya pengetahuan masyarakat. Padahal peran serta penyuluh perikanan amat diperlukan," ujar Sharif C. Sutardjo, Menteri Kelautan dan Perikanan pada Selasa (2/8).

Sharif mengakui penyuluh perikanan menghadapi berbagai persoalan dalam memainkan peranannya. Pertama, kualitas sumber daya pelaku. Kedua, perkembangan kemajuan tekhnologi informasi dan komunikasi. Ketiga, peningkatan kapasitas penyuluh dalam menghadapi tantangan mengembangkan kelompok masyarakat.

Oleh sebab itu, KKP mengimbanginya dengan kemajuan tekhnologi informasi lewat pengembangan Cyber Extension. Aplikasi ini ditujukan kepada penyuluh sebagai media pembelajaran yang telah diakses oleh 42 negara. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×