kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.120.000   -48.000   -1,52%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Konsumsi daging unggas berpotensi naik


Minggu, 17 Desember 2017 / 20:52 WIB
Konsumsi daging unggas berpotensi naik


Reporter: Abdul Basith | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebutuhan masyarakat Indonesian terhadap daging unggas diprediksi akan terus meningkat.

"Melihat pertumbuhan penduduk yang tinggi dan konsumsi yang masih rendah, kebutuhan ke depan akan terus tumbuh," ujar Ketua Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas, Anton Supit kepada Kontan.co.id, Minggu (17/12).

Anton bilang konsumsi daging unggas di Indonesia masih berpotensi untuk berkembang. Hal tersebut dinilai berbeda dengan negara Eropa yang konsumsinya sudah tinggi.

Pertumbuhan penduduk pun juga akan mengerek permintaan akan daging unggas. Anton bilang saat ini kebutuhan daging unggas sekitar 3 juta ton per tahun.

Potensi masuknya ayam dari luar Indonesia semakin besar pasca dimenangkannya gugatan Brasil di organisasi perdagangan dunia (WTO). Hal tersebut memerlukan peningkatan daya saing produk unggas di Indonesia.

"Mengatasi masuknya daging unggas dari luar diperlukan peningkatan daya saing," terang Anton.

Peningkatan daya saing juga termasuk pada persaingan harga bahan baku. Mahalnya bahan baku dapat membuat daya saing produk unggas Indonesia akan kalah. Anton bilang harga bahan pakan di Brasil jauh lebih rendah.

Oleh karena itu Anton bilang diperlukan perbaikan bahan baku bagi industri unggas. Hal tersebut dinilai bukan hanya tanggung jawab pihak swasta tetapi juga perlu peran pemerintah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×