kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kontrak kedelai pada Januari 2011 turun 0,3%


Selasa, 30 November 2010 / 17:14 WIB
ILUSTRASI. Pelanggan mencoba modem internet di kantor Passpod


Sumber: Bloomberg | Editor: Rizki Caturini

SINGAPURA. Harga kedelai turun untuk pertama kalinya dalam lima bulan terakhir di Chicago, seiring kekhawatiran permintaan biji minyak dari AS akan turun karena China akan menekan spekulan.

Harga kedelai untuk pengiriman Januari turun 0,3% menjadi US$ 12,31 per busel di Chicago Board of Trade pukul 11:52 waktu setempat. Data Departemen Pertanian AS melaporkan harga Kedelai untuk ekspor di pelabuhan AS turun 15,1% menjadi 48,9 juta busel pada 25 November 2010 dari harga seminggu sebelumnya. AS adalah produsen kedelai terbesar dan eksportir terbesar di dunia.

"Tren harga melandai, karena China melanjutkan untuk menekan spekulan yang menyebabkan harga komoditas naik dan menyebabkan meningkatnya inflasi," kata Ker Chung Yang, analis Phillip Futures Pte di Singapura.

Menurut laporan Hefei National Grain Trade Center minggu lalu, China akan menjual 300.000 metrik ton kedelai pada 3 Desember 2010. Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China akan meningkatkan pasokan minyak goreng, gula dan semen untuk menstabilkan harga, menurut situs kementerian kemarin. Informasi saja, harga bahan makanan di China melonjak 10,1% pada bulan Oktober 2010.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×