kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.575   22,00   0,13%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kontrak tambang Kideco, Adaro, dan Berau Coal juga bakal berakhir


Kamis, 08 November 2018 / 18:21 WIB
ILUSTRASI. Pengangkutan batubara


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Selain perusahaan tambang batubara milik Grup Bakrie yang kontraknya bakal habis. Wilayah tambang milik Kideco Jaya Agung anak usaha PT Indika Energy Tbk, PT Adaro Energy Tbk, dan PT Berau Coal juga segera habis.

Managing Director & Chief Executive Officer Indika Energy Azis Armand mengungkapkan, perusahaan batubara yang ada dalam naungan perusahaannya, PT Kideco Jaya Agung saat ini memegang izin pertambangan hingga tahun 2023. 

Azis bilang, pihaknya masih menunggu perkembangan kebijakan pemerintah mengenai kontrak tambang, dan akan mengajukan sesuai ketentuan, yakni dalam rentang waktu dua tahun sebelum kontrak berakhir.

“Kideco berkeinginan untuk memperpanjang masa hak pertambangan ini sesuai peraturan berlaku,” kata Azis ke Kontan.co.id, Kamis (8/11).

Begitu juga dengan Adaro Indonesia dan PT Berau Coal Energy. Head of Corporate Communication Adaro, Febriati Nadira mengungkapkan bahwa kontrak Adaro Indonesia akan berakhir pada tahun 2022.

Sedangkan Sekretaris Perusahaan Berau Coal Gamal Hendrawan mengatakan bahwa izin Berau berlangsung hingga tahun 2025. Keduanya kompak menyebut bahwa hingga kini belum mengajukan perpanjangan karena tenggat waktu pengajuan yang belum sesuai dengan ketentuan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×