kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.807.000   -30.000   -1,06%
  • USD/IDR 17.004   13,00   0,08%
  • IDX 6.951   -146,05   -2,06%
  • KOMPAS100 956   -21,06   -2,16%
  • LQ45 704   -15,42   -2,15%
  • ISSI 245   -4,36   -1,75%
  • IDX30 384   -7,04   -1,80%
  • IDXHIDIV20 483   -5,87   -1,20%
  • IDX80 108   -2,24   -2,04%
  • IDXV30 133   -1,02   -0,76%
  • IDXQ30 125   -2,25   -1,76%

Kontrak tambang Kideco, Adaro, dan Berau Coal juga bakal berakhir


Kamis, 08 November 2018 / 18:21 WIB
Kontrak tambang Kideco, Adaro, dan Berau Coal juga bakal berakhir
ILUSTRASI. Pengangkutan batubara


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Selain perusahaan tambang batubara milik Grup Bakrie yang kontraknya bakal habis. Wilayah tambang milik Kideco Jaya Agung anak usaha PT Indika Energy Tbk, PT Adaro Energy Tbk, dan PT Berau Coal juga segera habis.

Managing Director & Chief Executive Officer Indika Energy Azis Armand mengungkapkan, perusahaan batubara yang ada dalam naungan perusahaannya, PT Kideco Jaya Agung saat ini memegang izin pertambangan hingga tahun 2023. 

Azis bilang, pihaknya masih menunggu perkembangan kebijakan pemerintah mengenai kontrak tambang, dan akan mengajukan sesuai ketentuan, yakni dalam rentang waktu dua tahun sebelum kontrak berakhir.

“Kideco berkeinginan untuk memperpanjang masa hak pertambangan ini sesuai peraturan berlaku,” kata Azis ke Kontan.co.id, Kamis (8/11).

Begitu juga dengan Adaro Indonesia dan PT Berau Coal Energy. Head of Corporate Communication Adaro, Febriati Nadira mengungkapkan bahwa kontrak Adaro Indonesia akan berakhir pada tahun 2022.

Sedangkan Sekretaris Perusahaan Berau Coal Gamal Hendrawan mengatakan bahwa izin Berau berlangsung hingga tahun 2025. Keduanya kompak menyebut bahwa hingga kini belum mengajukan perpanjangan karena tenggat waktu pengajuan yang belum sesuai dengan ketentuan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×