Penulis: Chelsea Anastasia | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kopi Kenangan mengungkapkan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) tetap menjadi salah satu tujuan perusahaan. Tapi, perusahaan mengaku masih mempersiapkan berbagai aspek internal sebelum mantap melantai di bursa.
Head of Legal and Corporate Affairs Kopi Kenangan, Inneke Lestari mengatakan, saat ini perusahaan masih berfokus membenahi tata kelola dan manajemen agar siap menjadi perusahaan terbuka.
"IPO pasti jadi salah satu tujuan kita, pada akhirnya. Tapi apa yang kita lakukan saat ini, kami mencoba untuk melihat lebih dalam apa yang perlu kami perbaiki dulu, tidak buru-buru IPO," ujarnya kepada Kontan usai peluncuran laporan Environmental, Social, and Governance (ESG) Kopi Kenangan 2025 di Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Baca Juga: Bidik Pasar Eropa, Pelaku Usaha Mulai Gunakan Digital Product Passport
Menurut Inneke, salah satu bentuk kesiapan tersebut tercermin dari komitmen perusahaan menerapkan praktik yang umumnya dilakukan oleh emiten, termasuk menerbitkan laporan ESG tahunan.
"ESG kan sebenarnya komitmen atau kewajiban dari perusahaan terbuka. Tapi walaupun kami belum menjadi perusahaan terbuka, kami mencoba untuk memenuhi komitmen tersebut," katanya.
Meski demikian, Inneke belum mengungkapkan target waktu pelaksanaan IPO. Menurut dia, keputusan untuk melangkah ke pasar modal akan ditentukan oleh kesiapan perusahaan, alih-alih berdasarkan tenggat waktu tertentu.
"Targetnya bukan secara berapa tahun. Begitu kami siap, kami merasa semuanya sudah rapi, kami akan IPO," imbuh dia.
Pada kesempatan yang sama, Kopi Kenangan melaporkan sejumlah raihan dari sisi ESG pada 2025. Sepanjang tahun lalu, perusahaan berhasil menggunakan 100% bahan baku utama dari pemasok lokal, menciptakan 7.521 lapangan kerja dengan total pembayaran upah mencapai Rp 467 miliar, serta mengalihkan lebih dari 50 ton limbah operasional dari tempat pembuangan akhir melalui program ekonomi sirkular.
Baca Juga: Melibatkan 15 BUMN, Sarinah Perkuat Pembinaan dam Ekosistem UMKM
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














