kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Kopi luwak susah dipatenkan


Jumat, 10 Oktober 2014 / 17:09 WIB
ILUSTRASI. Panduan Honkai: Star Rail, Cara Menambah Teman atau Add Friends


Reporter: Handoyo | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Usulan untuk mematenkan kopi luak sulit diterapkan. Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan, produk kopi arahnya hanya dapat diberlakukan secara identitas geografis. Produk serupa yang sulit dipatenkan tersebut adalah batik.

"Saya kira sulit sama seperti batik yang tidak bisa dipatenkan tetapi hanya diakui itu punya Indonesia. Demikian juga banyak produk yang tidak bisa dipatenkan karena sifatnya begitu," kata Bayu, Jumat (10/10).

Bayu menambahkan, sepertihalnya dengan cokelat, pisang garang atau duku palembang itu basis pengakuannya berdasarkan identitas geografis. Catatan saja, kopi luwak sendiri banyak jenisnya tergantung dengan wilayahnya seperti kopi luwak Lampung, kopi luwak Toraja, dan kopi luwak Mandailing.

Sebagai negara kepulauan, menjadikan berkah tersendiri bagi Indonesia khususnya di sektor perkopian. Dibandingkan dengan produksi kopi di Brazil dan Vietnam, jenis kopi Indonesia lebih bervariasi. Dengan kondisi geografis yang beragam, mengakibatkan jenis tanaman kopi yang tumbuh di Indonesia berbeda antara satu wilayah dengan wilayah yang lain.

Jumlah produksi specialty coffee produksi dalam negeri memang tidak banyak. Setidaknya dari total produksi kopi dalam negeri yang mencapai 600.000 ton-750.000 ton per tahun, sekitar 25% merupakan jenis arabika, sedangkan mayoritas masih jenis robusta.

Seperti diketahui, melambungnya brand kopi luwak di pasar internasional membuat banyak negara yang juga mulai menggunakannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×