kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Krisis garam industri, Gapmmi minta pemerintah segera berikan izin impor


Rabu, 14 Maret 2018 / 15:37 WIB
ILUSTRASI. GARAM IMPOR


Reporter: Agung Hidayat | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sampai saat ini industri makanan dan minuman belum melakukan impor garam untuk kebutuhan tahun ini. 

Adhi Lukman, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) mengatakan, saat ini pasokan garam untuk industri makanan dan minuman semakin berkurang.

"Yang tersisa saat ini hanya stok dari 2017 lalu. Beberapa pabrik ada yang sudah kehabisan stok minggu lalu," ujar Adhi kepada Kontan.co.id, Rabu (14/3). 

Akibatnya, kata Adhi, beberapa pabrikan biskuit, makanan ringan (snack) dan mie instan harus menghentikan lini produksinya.

Jadi, tidak benar kalau ada industri mamin yang sampai gulung tikar karena kehabisan pasokan bahan baku garam. "Yang ada penghentian sementara produksi pabrikan," terang Adhi.

Sebenarnya, pemerintah sudah memberikan sinyal untuk kuota impor garam industri. Namun keputusan akhir berada di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang mematok kebutuhan garam industri hanya 1,8 juta ton di tahun ini.

"Itu (kuota tersebut) hanya cukup memenuhi kebutuhan industri kimia dasar, alkali dan kaca. Belum untuk kebutuhan makanan minuman ataupun obat-obatan," tutur Adhi. 

Untuk industri makanan dan minuman, menurut Adhi, membutuhkan setidaknya 535.000 ton garam industri setiap tahunnya. "Kalau mau cek bisa ke perusahaan masing-masing," tegasnya. 

Kementerian Perindustrian sejak awal telah mengusulkan kebutuhan garam impor mencapai 3,7 juta ton per tahunnya.

Saat ini industri makanan minuman masih menunggu keputusan dari KKP soal pembaruan kuota impor yang ada. Sementara itu, beberapa pabrikan mamin yang masih menyimpan pasokan garam 2017 berusaha menyesuaikan kapasitas produksinya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×