Reporter: Vina Elvira | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA.Realisasi impor daging sapi nasional hingga semester I-2026 masih jauh di bawah kuota yang telah ditetapkan pemerintah. Asosiasi Pengusaha Protein Hewani Indonesia (APPHI) mencatat serapan impor baru mencapai sekitar 36% dari total kuota yang tersedia..
Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Protein Hewani Indonesia (APPHI) Marina Ratna DK mengatakan, secara nasional realisasi impor daging sapi pada semester I-2026 baru mencapai sekitar 36% dari kuota yang diberikan pemerintah.
"Untuk realisasi semester 1 secara keseluruhan daging sapi 36%. Tetapi setiap importir ada kebijakaan masing2. PT saya sudah 59,5%," ujar Marina kepada Kontan, pekan lalu.
Baca Juga: Formosa Ingredient (BOBA) Cetak Kenaikan Laba 31,7% di Semester I-2026
Marina menjelaskan, terdapat selisih antara kuota impor yang diberikan dengan realisasi di lapangan. Meski demikian, menurutnya kondisi tersebut bukan disebabkan adanya hambatan impor.
Dari sisi harga, Marina menyebut harga sapi hidup maupun daging impor di negara asal mulai mengalami penurunan pada beberapa jenis produk. Namun, pelemahan nilai tukar rupiah membuat harga impor tetap relatif mahal.
Untuk prospek semester II-2026, Marina memperkirakan terdapat peluang penurunan harga pada beberapa jenis daging sapi impor. Tapi APPHI tidak dapat memberikan tanggapan terkait kondisi stok nasional karena bukan menjadi kewenangannya.
Lebih jauh, APPHI memberikan masukan kepada pemerintah terkait kebijakan impor daging sapi. Menurutnya, alokasi kuota impor seharusnya tidak terpusat pada badan usaha tertentu agar tercipta persaingan usaha yang lebih sehat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
