Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) terus memperkuat bisnis logistik dengan memperluas kapasitas transportasi darat dan menghadirkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok. Perusahaan ini menambah ratusan kendaraan operasional baru yang dilengkapi teknologi pemantauan berbasis Internet of Things (IoT).
Manajemen dalam rilis pada Jumat (4/6/2026) menjelaskan, kehadiran armada baru tersebut memungkinkan Samudera Indonesia melakukan pelacakan kendaraan secara real-time. Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan aspek keamanan, transparansi, sekaligus keandalan dalam proses pengiriman barang.
Dengan tambahan kapasitas tersebut, Samudera Indonesia dapat memperkuat konektivitas logistik di berbagai wilayah Indonesia. Ekspansi armada juga menjadi bagian dari upaya perseroan untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok, terutama di tengah kebutuhan layanan logistik yang semakin cepat dan terintegrasi.
Baca Juga: Salim Group Akuisisi Usaha Data Center, Sinyal Prospek Cerah Industri Pusat Data
Tak hanya memperkuat sisi transportasi, Samudera juga mulai mendorong penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan dalam operasionalnya.
Salah satunya dilakukan melalui penerapan sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di fasilitas pergudangan milik perseroan yang berlokasi di Cikarang. PLTS tersebut telah beroperasi penuh sejak pertengahan 2026.
Proyek energi surya itu terdiri dari 1.216 panel surya dengan total kapasitas terpasang mencapai 753,92 kilowatt peak (kWp). Energi yang dihasilkan diperkirakan mampu memasok sekitar 25% hingga 30% dari kebutuhan listrik gudang tersebut.
Penggunaan PLTS juga memberikan dampak terhadap upaya pengurangan emisi. Samudera memproyeksikan fasilitas tersebut dapat mengurangi emisi karbon sekitar 819 ton CO2 per tahun.
Selain menekan emisi, pemanfaatan energi surya membantu mengurangi ketergantungan fasilitas pergudangan terhadap sumber energi konvensional. Langkah ini sekaligus diarahkan untuk meningkatkan efisiensi operasional dalam jangka panjang.
Kombinasi antara penambahan armada berbasis IoT dan pemanfaatan energi terbarukan menunjukkan upaya Samudera untuk mengembangkan layanan logistik yang tidak hanya mengandalkan peningkatan kapasitas, tetapi juga teknologi dan keberlanjutan.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, Samudera memperkuat langkah menuju layanan logistik rendah karbon sekaligus mendorong pengelolaan rantai pasok yang lebih bertanggung jawab di Indonesia.
Harga saham SMDR turun 0,57% di level Rp 346 per saham pada Jumat (4/9/2026). Dalam lima hari saham SMDR naik 10,9%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














