Reporter: Vina Elvira | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) ikut dalam proyek pengembangan infrastruktur pendukung sektor pertambangan, EPC Coal Handling Train Loading Station (TLS) 6 & 7 milik PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
Proyek yang mencakup pekerjaan Engineering, Procurement, Construction, dan Commissioning (EPCC) ini meliputi pembangunan dua jalur conveyor T4 dan T5 sepanjang sekitar 34 kilometer, Dump Hopper 6 dan 7, Train Loading System (TLS) 6 dan 7, Rail Loop dan sistem persinyalan, serta fasilitas pendukung lainnya.
Corporate Secretary WIKA, Ngatemin mengatakan, sebagian besar pekerjaan utama telah selesai dan proyek memasuki tahap penyelesaian akhir, commissioning, serta performance test. Secara keseluruhan, proyek TLS 6 & 7 ini ditargetkan selesai pada kuartal III 2026.
Baca Juga: Pupuk Indonesia Jajaki Pengembangan Pabrik Pupuk di Rusia, Target Operasi 2030
“Melalui proyek TLS 6 & 7, WIKA berkomitmen menghadirkan infrastruktur coal handling yang andal, efisien, dan mengedepankan kualitas serta keselamatan. Kami terus memastikan setiap tahapan pekerjaan dapat diselesaikan secara optimal sehingga manfaat proyek dapat mendukung kelancaran sistem logistik batu bara,” ujar Ngatemin, dalam siaran pers, Jumat (4/9/2026).
Melalui pembangunan fasilitas coal handling yang andal dan berkapasitas besar, proyek TLS 6 & 7 diharapkan dapat mendukung kelancaran rantai pasok batu bara sebagai salah satu sumber energi nasional sekaligus meningkatkan keandalan sistem logistik energi.
Setelah beroperasi, TLS 6 & 7 akan memberikan tambahan kapasitas penanganan batu bara sebesar 20 juta ton per tahun, sehingga total kapasitas TLS 1–7 mencapai sekitar 60 juta ton per tahun, dengan kapasitas penanganan hingga 6.000 ton per jam.
Infrastruktur ini diharapkan mendukung proses coal handling dan sistem logistik batu bara yang lebih cepat, kontinu, dan efisien.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














