Reporter: Vina Elvira | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Arsy Buana Travelindo Tbk (HAJJ) mencatatkan pendapatan sebesar Rp 287,64 miliar pada kuartal I-2026. Nilai tersebut turun 11,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski demikian, perusahaan berhasil meningkatkan profitabilitas melalui efisiensi operasional. HAJJ membukukan laba kotor sebesar Rp 63,80 miliar atau meningkat 55% secara tahunan.
Sejalan dengan itu, marjin laba kotor juga melonjak dari 12,62% menjadi 22,18%. Adapun EBITDA tercatat sebesar Rp 34,83 miliar dan laba bersih mencapai Rp 22,09 miliar pada tiga bulan pertama tahun ini.
Baca Juga: Gaikindo Usul Insentif Berlaku untuk Semua Jenis Kendaraan, Tak Hanya Mobil Listrik
Direktur Arsy Buana Travelindo, Agung Prabowo, menegaskan bahwa keberhasilan perseroan merupakan hasil dari pendekatan adaptif dan penguatan layanan inti.
"Kami terus mengembangkan jaringan hotel, memperluas kerja sama dengan mitra, serta berfokus pada penyediaan layanan bernilai tambah bagi jamaah. Strategi ini terbukti mampu menjaga pertumbuhan meski di tengah tantangan global," ujar Agung, dalam keterangannya, Senin (29/6/2026).
Sementara itu, Direktur Utama HAJJ, Saipul Bahri, menambahkan dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah masih berlangsung dan sempat kembali memanas pada awal tahun 2026.
Perusahaan telah mengambil langkah-langkah mitigasi yang tepat untuk menjamin keamanan dan kenyamanan jamaah dalam setiap layanan yang diberikan.
“Sejauh ini, dampak dinamika geopolitik tersebut terhadap kinerja Perseroan relatif minim,” tambahnya.
Sepanjang tahun 2025, HAJJ membukukan pendapatan sebesar Rp 944,96 miliar atau tumbuh 9,80% dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Mulai 1 Juli 2026, Maxim Bakal Terapkan Komisi Aplikasi 8% untuk Maxim Bike
Pertumbuhan tahun lalu terutama ditopang oleh segmen hotel yang menyumbang Rp 852,62 miliar atau sekitar 90% dari total pendapatan, meningkat dibandingkan kontribusi sebesar Rp 749,95 miliar pada tahun sebelumnya.
Fokus strategis pada lini bisnis tersebut turut mendorong lonjakan laba kotor sebesar 198% menjadi Rp 90,76 miliar pada tahun 2025.
Perusahaan ini membukukan laba bersih tahun 2025 sebesar Rp 6,04 miliar. Berdasarkan keputusan RUPST, seluruh laba bersih akan dicatat sebagai laba ditahan untuk mendukung ekspansi usaha dan penguatan operasional tahun berjalan.
Dengan strategi yang disiplin dan layanan yang terus diperkuat, Arsy Buana Travelindo optimistis dapat menjaga tren pertumbuhan yang berkelanjutan di sektor perjalanan religi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














