kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.920   50,00   0,28%
  • IDX 5.680   -141,04   -2,42%
  • KOMPAS100 733   -19,02   -2,53%
  • LQ45 559   -13,71   -2,39%
  • ISSI 197   -4,23   -2,10%
  • IDX30 318   -7,23   -2,22%
  • IDXHIDIV20 392   -8,58   -2,14%
  • IDX80 83   -2,13   -2,50%
  • IDXV30 106   -1,93   -1,78%
  • IDXQ30 103   -2,20   -2,10%

Laba Bersih Soraya Berjaya (SPRE) Merosot 59,7% pada Kuartal I-2026, Ini Penyebabnya


Selasa, 30 Juni 2026 / 11:46 WIB
Laba Bersih Soraya Berjaya (SPRE) Merosot 59,7% pada Kuartal I-2026, Ini Penyebabnya
ILUSTRASI. PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (SPRE) (Dok/SPRE)


Penulis: Chelsea Anastasia | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten tekstil perlengkapan kamar tidur PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (SPRE) melaporkan kinerja keuangan yang lesu pada tiga bulan pertama tahun ini.

Mengacu ke laporan keuangannya, pada kuartal I-2026 pendapatan bersih perusahaan turun 4,39% secara tahunan (year on year/yoy) ke level Rp 10,9 miliar dari Rp 11,4 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan penjualannya, segmen sprei set menopang pendapatan dengan raihan Rp 6,96 miliar, disusul bedcover yang menyumbang Rp 2,42 miliar.

Baca Juga: PLN IP Tambah Tiga Unit Pembangkit, Penjualan Listrik Tembus 82,17 TWh pada 2025

Lebih lanjut, penjualan badan bantal guling berkontribusi sebesar Rp 886,7 juta, sedang aksesoris rumah tangga menyumbang Rp 678,03 juta.

Direktur SPRE Ridho Ferman Shatrio menjelaskan, penurunan penjualan ini masih sejalan dengan melemahnya daya beli masyarakat saat ini.

"Konsumen semakin selektif dalam menentukan belanja, sehingga menjadi faktor utama penekan penjualan," ujarnya dalam paparan publik, Jumat (26/6/2026) kemarin. 

Selain itu, Ridho bilang inflasi, konflik geopolitik, serta kenaikan suku bunga ikut mempengaruhi penurunan penjualan. Pasalnya, ketidakpastian juga disebut mempengaruhi peningkatan harga barang.

"Sehingga minat belanja masyarakat juga menurun khususnya di segmen sprei dan bedcover," lanjut Ridho.

Sementara dari sisi bottom line, laba bersih SPRE merosot lebih dalam sekitar 59,7% yoy, dari Rp 516 juta menjadi Rp 208 juta pada kuartal I-2026.

Baca Juga: Dukung Piala Dunia: Hyundai Hadirkan Instalasi & Aktivitas Interaktif di Senayan Park

Menurutnya, penurunan dari sisi bottom line ini diakibatkan oleh peningkatan beban operasional perusahaan di awal tahun ini.

"Terutama disebabkan pembayaran gaji dan tunjangan, khususnya terkait tunjangan hari raya (THR) yang dibayarkan pada kuartal I-2026, serta pembayaran beban pajak," kata Ridho.

Asal tahu saja, perusahaan menjual produk sprei, bed cover, sarung bantal, bantal dan guling, matras portable, hingga handuk dengan merek dagang Soraya, Unoku, dan Flete.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×