kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.130   16,00   0,09%
  • IDX 7.500   41,69   0,56%
  • KOMPAS100 1.037   8,08   0,79%
  • LQ45 746   -0,12   -0,02%
  • ISSI 272   3,24   1,21%
  • IDX30 399   -1,25   -0,31%
  • IDXHIDIV20 486   -4,46   -0,91%
  • IDX80 116   0,59   0,51%
  • IDXV30 135   0,10   0,08%
  • IDXQ30 128   -1,20   -0,93%

Laba BUDI terbantu penurunan harga singkong


Jumat, 04 Agustus 2017 / 15:53 WIB


Reporter: Agung Hidayat | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. PT Budi Starch & Sweeteneer Tbk (BUDI), produsen tapioka dan pemanis buatan mencetak penurunan pendapatan sebesar 10% di semester I 2017 menjadi Rp 1,14 triliun. Padahal pada periode yang sama tahun lalu penjualan BUDI tercatat Rp 1,28 triliun.

"Meskipun nilai penjualan menurun, sebenarnya kuantitas penjualan meningkat sebesar 19% karena berlimpahnya panen singkong. Karena produksi berlimbah sehingga harga jual tapioka juga menurun sebesar 28%," urai Mawarti Wongso, Corporate Secretary dan Director PT Budi Starch & Sweeteneer Tbk kepada KONTAN, Jumat (4/8).

Sekadar gambaran, tahun lalu harga singkong tercatat Rp 700 per kilogram (kg). Adapun tahun sebelumnya mencapai Rp 1.000 per kg.

Menilik laporan keuangan yang dirilis perusahaan ini, belanja bahan baku memang tercatat turun dari Rp 1,10 triliun di semester I 2016 menjadi Rp 752 miliar di semester I 2017.

Pemakaian bahan baku memang mendominasi biaya produksi dan penjualan BUDI. Beban pokok penjualan BUDI juga berhasil ditekan 13% menjadi Rp 979 miliar. Oleh karenanya, perseroan ini masih memperoleh pertumbuhan laba bersih 5% dari Rp 28,2 miliar menjadi Rp 29,6 miliar di paruh semester satu ini. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×