kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.057   49,00   0,27%
  • IDX 6.270   35,03   0,56%
  • KOMPAS100 823   5,11   0,62%
  • LQ45 627   3,56   0,57%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 352   2,23   0,64%
  • IDXHIDIV20 433   2,26   0,53%
  • IDX80 94   0,50   0,54%
  • IDXV30 119   0,29   0,24%
  • IDXQ30 112   0,58   0,52%

Laba KAI Anjlok 73% di Semester I, Beban Investasi Proyek Whoosh Jadi Pemicu


Selasa, 04 Agustus 2026 / 10:05 WIB
Laba KAI Anjlok 73% di Semester I, Beban Investasi Proyek Whoosh Jadi Pemicu
ILUSTRASI. Kereta Cepat Whoosh (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Proyek kereta cepat Whoosh masih menjadi beban besar bagi PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Meski pendapatan dan laba usaha tumbuh pada semester I-2026, laba bersih KAI justru merosot 73,4% akibat membengkaknya rugi dari entitas asosiasi yang terkait dengan investasi di proyek Whoosh.

Berdasarkan laporan keuangan KAI Group semester I-2026 (unaudited), perusahaan membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp 314,03 miliar, turun tajam dari Rp 1,18 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Penurunan laba terutama dipicu lonjakan bagian rugi bersih entitas asosiasi dan ventura bersama yang mencapai Rp 2,99 triliun pada semester I-2026. Nilai tersebut melonjak lebih dari tiga kali lipat dibandingkan semester I-2025 yang sebesar Rp 948,19 miliar.

Baca Juga: GoTo Gojek (GOTO) Bukukan Laba Bersih Rp 607,48 Miliar pada Semester I-2026

Salah satu penyumbang terbesar berasal dari PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), konsorsium BUMN pemegang saham PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), operator kereta cepat Whoosh.

Kondisi ini menunjukkan investasi pada proyek tersebut masih menjadi tekanan utama terhadap kinerja konsolidasian KAI.

Di sisi lain, kinerja operasional KAI sebenarnya masih mencatatkan pertumbuhan positif. Pendapatan perusahaan naik 6,61% secara tahunan menjadi Rp 17,96 triliun dari Rp 16,85 triliun pada semester I-2025.

Peningkatan pendapatan turut mendorong perbaikan profitabilitas. Laba bruto tumbuh 18,81% menjadi Rp 6,79 triliun, sedangkan laba usaha melonjak 25,79% menjadi Rp 4,66 triliun dari Rp 3,71 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menegaskan, kinerja bisnis yang kuat mendukung keberlanjutan pengembangan layanan penumpang dan barang.

Baca Juga: Ini Penjelasan Adhi Karya (ADHI) Soal Beda Arah Pendapatan dan Laba Semester I 2026

Meski demikian, kuatnya kinerja operasional belum mampu mengimbangi beban investasi dari proyek kereta cepat.

Setelah memperhitungkan beban pajak dan pos nonoperasional, tekanan dari entitas asosiasi menggerus laba bersih perusahaan secara signifikan.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN Dony Oskaria menyatakan penyelesaian utang proyek Whoosh yang mencapai US$ 7,26 miliar dan membebani keuangan KAI akan dilakukan secara bertahap karena membutuhkan waktu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×