kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 17.911   -17,00   -0,09%
  • IDX 6.193   74,07   1,21%
  • KOMPAS100 796   7,84   0,99%
  • LQ45 608   4,93   0,82%
  • ISSI 217   4,59   2,15%
  • IDX30 337   1,37   0,41%
  • IDXHIDIV20 431   1,76   0,41%
  • IDX80 91   0,94   1,05%
  • IDXV30 118   1,35   1,16%
  • IDXQ30 110   0,20   0,18%

Laba Semester I Naik 27,11%, Begini Strategi Siloam (SILO) Jaga Kinerja di 2026


Selasa, 06 Oktober 2026 / 15:23 WIB
Laba Semester I Naik 27,11%, Begini Strategi Siloam (SILO) Jaga Kinerja di 2026
ILUSTRASI. Siloam Hospitals (DOK/IST)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) tetap optimistis melihat prospek kinerja hingga akhir tahun 2026. Optimisme ini didukung oleh pencapaian positif pada semester I-2026.

Merujuk laporan keuangan, Siloam mencatatkan pendapatan sebesar Rp 6,76 triliun, meningkat 10,79% dari Rp 6,10 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi bottom line, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mengalami kenaikan 27,11% menjadi Rp 580,68 miliar, dibandingkan Rp 456,82 miliar pada semester I-2025.

Baca Juga: Siloam (SILO) Lanjutkan Ekspansi Rumah Sakit hingga Akhir 2026

Head of Investor Relations Siloam International Hospitals Elbert Hartanto, mengatakan  pencapaian pada periode tersebut didorong oleh beberapa faktor utama. Salah satunya penguatan payer mix, dengan kontribusi segmen non-BPJS meningkat menjadi 84,1% dari 82,9% pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Selain itu, pertumbuhan layanan unggulan dengan kompleksitas lebih tinggi juga menjadi penopang kinerja tahun ini, khususnya pada jaringan Premium dan layanan spesialistik.

Termasuk di dalamnya peningkatan produktivitas aset, yang tercermin dari pertumbuhan pendapatan per tempat tidur terisi alias Average Revenue per Occupied Bed (ARPOB) sebesar 6,7%, disertai dengan disiplin pengelolaan biaya yang tetap terjaga.

“Secara keseluruhan, kombinasi pertumbuhan volume, perbaikan payer mix, dan peningkatan kompleksitas layanan menjadi pendorong utama pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas pada Semester I-2026,” ungkap Elbert, kepada Kontan, Jumat (2/10/2026). 

Memasuki paruh kedua, manajemen tetap optimis terhadap kinerja hingga akhir tahun. Secara operasional, kinerja perusahaan dinilai masih berada dalam koridor anggaran yang telah ditetapkan pada awal tahun.

Baca Juga: Penjualan Alat Berat Intraco Penta (INTA) Turun, Bisnis Rental Berkontribusi 25%

Meski begitu, SILO juga tetap memperhitungkan dampak dari berbagai aksi korporasi yang sedang dan akan dijalankan, termasuk peningkatan biaya pendanaan. 

Salah satu fokus utama perusahaan saat ini adalah menyelesaikan sisa transaksi Tahap Pertama dengan First REIT yang ditargetkan rampung pada kuartal IV 2026. 

Untuk diketahui, SILO tengah menyiapkan akuisisi 14 perusahaan pemilik properti rumah sakit dari entitas anak First Real Estate Investment Trust (First REIT) dengan nilai transaksi mencapai Rp6,91 triliun. 

Transaksi ini mencakup delapan perusahaan pada tahap pertama dan enam perusahaan pada tahap kedua. Tahap pertama dijalankan dengan mengakuisisi 100% saham delapan perusahaan. 

Kemudian, tahap selanjutnya akan dilaksanakan melalui mekanisme opsi jual sebagaimana telah disepakati. 

Lewat penuntasan transaksi First REIT, diharapkan dapat memberikan fleksibilitas dan kendali yang lebih besar atas strategi aset maupun pengembangan layanan klinis Siloam. 

Di sisi lai, perusahaan pun terus mengevaluasi peluang aksi korporasi lainnya, termasuk namun tidak terbatas pada akuisisi dan joint venture, secara selektif dan disiplin. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×