kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.345.000 -0,88%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Lazada: Porsi e-commerce Indonesia bisa capai 20%


Minggu, 23 Juli 2017 / 17:49 WIB
Lazada: Porsi e-commerce Indonesia bisa capai 20%


Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Kendati berkembang pesat, nyatanya sektor e-commerce di Indonesia baru mengambil porsi 1% dari total perdagangan. Oleh karena itu, PT Lazada Indonesia mengatakan bahwa potensi pasar di Indonesia sangat besar dan masih bisa berkembang.

Florian Holm, co-CEO Lazada Indonesia mengatakan di Amerika Serikat, Eropa dan Tiongkok, e-commerce sudah mencapai 15% dari total perdagangan. Di Indonesia, potensi mencapai level tersebut sangat terbuka lebar dengan semakin meleknya masyarakat akan teknologi.

"Saya percaya akan berkembang setidaknya mencapai sekitar 15%-20%, tetapi itu akan berlangsung dalam waktu yang cukup lama disini. Tetapi saya yakin akan terjadi dalam beberapa tahun mendatang," ujarnya kepada KONTAN, Kamis (20/7).

Oleh karena itu, pelayanan sektor e-commerce harus diperbaiki. Terutama yang menyangkut kualitas barang dan ketepatan waktu pengiriman. Apalagi mengubah budaya konsumen untuk beralih ke e-commerce di Indonesia cukup sulit. Namun, Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial.

"Sejauh ini, yang paling penting adalah provide loyal konsumen dan disaat yang sama (konsumen baru) juga bertumbuh. Kita lihat disaat yang sama juga kompetitor kami berkembang," lanjutnya.

Salah satu contohnya, ketika bulan puasa dan Lebaran, Lazada mengalami peningkatan penjualan 2,5 kali lebih tinggi dibandingkan dengan bulan puasa tahun lalu. Hal itu didorong oleh peningkatan barang konsumsi yakni fashion, kesehatan dan kecantikan, aksesoris elektronik, jam tangan, kaca mata, dan perhiasan.

Saat ini, 81% saham Lazada dikuasai oleh Alibaba, yang terakhir menyuntik dana senilai US$ 1 miliar. Hal ini dilakukan, karena perusahaan asal Tiongkok itu optimistis terhadap pasar ritel online di Asia Tenggara, salah satunya Indonesia.

Apalagi menurut analisis Google dan Temasek Holding pada tahun lalu, pasar ekonomi dari internet dikawasan Asia Tenggara akan tumbuh menjadi US$ 200 miliar pada 2025 mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×