kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.537.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

Lengan crane di proyek Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) Seksi IIIA patah


Selasa, 03 Desember 2019 / 07:45 WIB
ILUSTRASI. Kendaraan melintas di proyek jalan tol Desari seksi 2 Brigif-Sawangan yang belum beroperasi di kawasan Krukut, Depok, Jawa Barat, Selasa (23/4/2019). Pengerjaan proyek Tol Desari terbagi menjadi 3 seksi yakni Antasari-Brigif sepanjang 5,8 km, Seksi II Bri


Sumber: Kompas.com | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lengan crane di proyek Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) Seksi IIIA, Kota Bogor, Jawa Barat, patah saat mengangkat besi pada Senin (2/12) malam.

"Pada jam 21.50 WIB tanggal 2 Desember 2019 telah terjadi patah lengan atau boom crane jenis link belt berkapasitas 35 ton, pada saat pengangkatan besi 'casing bore pile'," ujar Direktur PT Marga Sarana Jabar (MSJ) Hendro Atmodjo saat meninjau lokasi Selasa dini hari, seperti dikutip Antara.

Peristiwa yang terjadi tepat di pekerjaan 'ramp off" R17 B2 atau di Kelurahan Kayu Manis, Kecamatan Tanahsareal Kota Bogor itu sempat berakibat pada tersendatnya arus lalu lintas Jalan Sholeh Iskandar di kedua arah.

Baca Juga: Ini hasil evaluasi terkait peristiwa runtuhnya formwork pierhead jalan tol BORR

Material yang ikut terjatuh bersama patahan lengan crane menutupi jalan tersebut. Meski begitu, sekitar satu jam kemudian, sekitar pukul 23.00 WIB, material dan patahan crane yang sempat menutupi Jalan Sholeh Iskandar dapat disingkirkan sehingga arus lalu lintas bisa kembali lancar dengan diberlakukan lawan arus atau "contraflow".

Menurut Hendro, alat berat yang digunakan oleh PT Pembangunan Perumahan (PP) sebagai pelaksana Tol BORR Seksi IIIA sudah memenuhi standar. Hanya saja, ada kesalahan penempatan saat crane mengangkat besi-besi penutup beton sehingga menjadi tidak stabil.




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×