kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.847   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

Libur Panjang Dongkrak Kunjungan Mal, APPBI Optimistis Ritel Tetap Bergairah


Selasa, 02 Juni 2026 / 22:17 WIB
Libur Panjang Dongkrak Kunjungan Mal, APPBI Optimistis Ritel Tetap Bergairah
ILUSTRASI. Summarecon Bekasi (Dok/Summarecon Bekasi)


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aktivitas mal di Indonesia tetap positif meski ritel masuk periode low season pasca-Ramadan. Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menilai tingginya kunjungan masyarakat ke mal selama libur panjang menjadi indikasi bahwa konsumsi rumah tangga dan perputaran ekonomi masih terus berjalan.

Ketua Umum APPBI Alphonsuz Widjaja mengatakan libur panjang akhir pekan lalu mendongkrak pengunjung mal 10-15% dibanding akhir pekan biasa, terutama di sektor kuliner dan hiburan.

“Libur panjang ini sangat membantu sektor ritel. Pusat perbelanjaan menjadi salah satu destinasi utama masyarakat untuk mengisi waktu liburan sehingga terjadi peningkatan kunjungan dibandingkan akhir pekan normal,” ujar Alphonsuz dalam keterangannya, Selasa (2/6/2026).

Menurut Alphonzus, tingginya mobilitas masyarakat ke pusat perbelanjaan menunjukkan aktivitas konsumsi tetap berjalan meski industri ritel memasuki periode low season pasca-Ramadan dan Idulfitri. Hal ini terlihat dari ramainya pusat perbelanjaan, terutama di sektor kuliner dan hiburan yang menjadi pilihan utama masyarakat selama masa liburan.

Baca Juga: Aprindo Buka Suara Soal Puluhan Gerai Ritel Modern Ditutup di Lombok Tengah

Alphonzus menjelaskan bahwa triwulan II dan III secara historis memang menjadi masa yang lebih lambat bagi industri ritel. Namun, pelaku usaha telah menyiapkan berbagai promosi dan kegiatan untuk menjaga momentum konsumsi. Dalam waktu dekat, sektor ritel diperkirakan kembali terdorong oleh liburan sekolah, yang biasanya meningkatkan kunjungan ke pusat perbelanjaan. Setelah itu, sejumlah festival dan program belanja akan digelar di berbagai daerah hingga akhir tahun.

Menurutnya, pusat perbelanjaan kini tidak lagi sekadar menjadi tempat bertransaksi, tetapi juga berfungsi sebagai ruang sosial dan hiburan. Karena itu, mal tetap menjadi destinasi utama masyarakat untuk berkumpul, bersantai, dan mencari pengalaman yang tidak dapat diperoleh melalui platform belanja daring.

“Orang datang ke pusat perbelanjaan bukan hanya untuk belanja. Mereka mencari pengalaman, hiburan, dan interaksi sosial yang tidak bisa diperoleh secara online,” kata Alphonzus.
Ia menambahkan, selama daya beli masyarakat terjaga, sektor ritel akan tetap menjadi salah satu penggerak utama perekonomian nasional. Karena itu, berbagai stimulus yang mendorong konsumsi dinilai penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi.

APPBI optimistis peningkatan kunjungan selama libur panjang, ditambah rangkaian promosi dan festival belanja hingga akhir tahun, akan menjaga aktivitas pusat perbelanjaan tetap ramai dan menopang pergerakan ekonomi domestik meski berada dalam periode low season.

Baca Juga: Memperluas Jaringan, AEON Indonesia Bidik Pertumbuhan Konsumen Urban

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pelemahan nilai tukar rupiah belum memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi nasional. Menurutnya, pemerintah telah mengantisipasi depresiasi rupiah dalam penyusunan APBN 2026.

Ia menegaskan fokus pemerintah saat ini adalah menjaga pertumbuhan ekonomi domestik dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. Dengan fundamental ekonomi yang dinilai kuat, pelemahan rupiah saat ini belum menghambat aktivitas ekonomi nasional. “Prospek ekonomi Indonesia kuat, dan pelemahan rupiah belum menimbulkan dampak yang menghambat aktivitas ekonomi kita,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×