kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Listrik Jakarta padam, Nusantara Regas kena tegur


Rabu, 24 Oktober 2012 / 23:00 WIB
Listrik Jakarta padam, Nusantara Regas kena tegur
ILUSTRASI. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (16/8) menguat 5 poin ke level 6.144. Sementara Jumat (13/8) ditutup 6.139.ANTARA FOTO/Galih Pradipta/hp.


Reporter: Petrus Dabu | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menegur operator FSRU Jawa Barat, yaitu PT Nusantara Regas, terkait pemadaman listrik sejumlah titik di Jakarta pada Rabu (24/10).

Dalam keterangan tertulisnya, PLN menyatakan pemadaman listrik di wilayah Bintaro,Serpong, Ciputat, Meruya, dan sekitarnya disebabkan karena pada pukul 11.14 WIB PLTGU Muara Karang Blok-2 dengan kapasitas 645 MW mengalami pemadaman akibat pasokan gas dari Nusantara Regas (NR) mendadak terhenti.

Hal ini terjadi karena pekerjaan vendor NR di Onshore Receiving Facility (ORF), salah mencabut kabel sehingga valve supply gas ke blok-2 langsung menutup.

Akibatnya, beberapa wilayah seperti Bintaro, Serpong, Ciputat, Meruya dan sekitarnya terjadi pemadaman listrik. "PLN langsung melakukan recovery dan penyaluran normal secara bertahap hingga jam 17.00 WIB normal semua," ujar Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN, Bambang Dwiyanto.

Terkait kejadian ini, kata Bambang, PLN akan membuat surat teguran ke NR karena proses pekerjaan di instalasi NR tidak diinformasikan ke PLN. Padahal, menurutnya, setiap hari Selasa, PLN dan NR selalu menggelar pertemuan. "Tidak juga disampaikan bahwa pekerjaan itu bisa berpengaruh ke gangguan supply," ujar Bambang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×