kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Logindo Samudramakmur (LEAD) belum berencana naikkan tarif sewa


Minggu, 12 Agustus 2018 / 16:45 WIB
ILUSTRASI. PENCATATAN SAHAM LOGINDO


Reporter: Harry Muthahhari | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di semester I-2018, pendapatan PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) turun secara year on year (yoy) dari periode yang sama tahun lalu dari US$ 13,97 juta pada menjadi US$ 12,78 juta. Perusahaan juga masih mencatat kenaikan rugi dari US$ 4,65 juta menjadi US$ 5,19 juta.

Sekretaris Perusahaan LEAD Adrianus Iskandar mengatakan, saat ini utilisasi kapal perusahaan masih harus ditingkatkan. Agar bisa meningkatkan utilisasi kapal itu, LEAD belum berencana meningkatkan tarif sewa kapal.

Dia juga mengatakan kecenderungan industri perkapalan untuk keperluan minyak dan gas seperti itu. "Untuk menaikan tarif harus dilihat ketersediaan kapal di Indonesia. Saat ini masih banyak perusahaan yang kapal-kapalnya belum ter-utilisasi optimal sehingga mereka lebih fokus kapalnya kerja dibanding kenaikan tarif sewa," ujarnya kepada Kontan.co.id, Jum'at (10/8).

Padahal, mengutip Bloomberg rata-rata harga minyak WTI cenderung naik dibandingkan Desember 2017. Misalnya dari sekitar US$ 60/bbl saat ini sudah US$ 67,67/bbl. Tapi kata Adrianus, saat ini permintaan masih belum ada tanda-tanda kenaikan yang signifikan.

Karenanya, LEAD masih berhati-hati dalam mencari kontrak baru. Sebab jika perusahaan memgambil kontrak murah dengan jangka waktu yang panjang, ketika tarif sewa naik, maka perusahaan berisiko mengalami rugi.

Adrianus menambahkan salah satu indikasi perusahaan bisa meningkatkan tarif adalah saat ketersediaan kapal di pasar. "Jika kapal yang tersedia sedikit baru kita berani naikkan tarif," jelasnya.

Di sisi lain, kenaikan tarif tidak terpengaruh dengan adanya kenaikan bahan bakar. Selama ini beban bahan bakar ditanggung oleh penyewa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×