Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mahkota Group Tbk (MGRO) angkat bicara terkait peningkatan penerimaan bea keluar Indonesia per September 2026 dan dampaknya ke kinerja perusahaan.
Asal tahu saja, Kementerian Keuangan mencatat, penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp 240,28 triliun hingga akhir September 2026 atau 71,51% dari total target di APBN 2026.
Dari situ, CPO berkontribusi besar dari sisi bea keluar per Agustus 2026 sejalan dengan harga komoditas yang naik dan volume ekspor yang meningkat.
Baca Juga: Perkuat Layanan Digital, Prodia (PRDA) Hadirkan Fitur U-Buddy di Aplikasi U by Prodia
Sekretaris Perusahaan MGRO Elvi mengatakan, realisasi ekspor MGRO sampai dengan bulan Mei 2026 adalah sebesar Rp 187,29 miliar.
Sebagai perbandingan, pendapatan MGRO per kuartal II-2026 sebesar Rp 3,66 triliun.
“Kontribusi ekspor CPO ke pendapatan sebesar 5,10% dikarenakan permintaan lebih banyak dari pembeli domestik,” ujarnya kepada Kontan, Rabu (7/10/2026).
Lantaran ekspor hanya sebesar 5,10% untuk itu ekspor belum menjadi andalan bagi MGRO.
“Strategi penjualan untuk mendukung program Mandatory B50, saat ini sudah dilakukan penjualan ke beberapa pembeli yang merupakan perusahaan biodiesel,” paparnya.
Elvi bilang, MGRO belum menentukan target produksi dan penjualan tahun 2027.
“Penyusunan target produksi dan penjualan biasanya akan disesuaikan dengan jumlah bahan baku yang dapat diperoleh serta permintaan dari pembeli,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














