kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Mahkota Group (MGRO) dukung kebijakan penempatan devisa hasil ekspor (DHE)


Kamis, 24 Januari 2019 / 18:41 WIB


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - PT Mahkota Group Tbk (MGRO) menyambut secara positif terbitnya beleid penempatan devisa hasil ekspor (DHE) ke dalam sistem keuangan Indonesia yang resmi berlaku Rabu (23/1) kemarin. Usli Sarsi, CEO Mahkota Group menyatakan, pihaknya siap mendukung pemerintah agar eksportir menyimpan DHE di Tanah Air.

"Ini merupakan salah satu cara untuk dapat menstabilkan nilai rupiah, karena dari pengalaman selama ini penurunan nilai rupiah sangat mengganggu keberlangsungan dunia usaha di Indonesia," jelas Usli ketika dihubungi oleh Kontan.co.id, Kamis (24/1).

Meski selama ini MGRO belum menjadi eksportir, namun ke depannya tidak menutup kemungkinan emiten akan melakukan ekspor tergantung kondisi mana yang dapat memberikan hasil yang terbaik bagi perusahaan. "Tentunya kami akan tetap mengacu kepada aturan-aturan yang ditetapkan pemerintah sehingga kegiatan usaha tetap berlangsung lancar sesuai dengan target perusahaan," lanjutnya.

Menurut Usli, secara umum tidak ada kesulitan dalam mengembalikan DHE. Kendati demikian, ia mengutarakan kemungkinan mengapa perusahaan enggan membawa pulang devisa tersebut ke Indonesia. "Mungkin karena tingkat suku bunga di Indonesia yang dianggap kurang menarik jika dibanding dengan luar negeri dan juga PPh atas bunga yang dianggap masih tinggi," ungkap Usli.

MGRO berharap dengan berlakunya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 Tahun 2019 ini membuat nilai rupiah tetap terjaga. Terutama saat ini MGRO tengah melakukan tahap awal pengoperasian kilang (refinery) dan pembangunan kernel crushing plant di Dumai, Riau, sehingga ada kegiatan impor beberapa peralatan dan perlengkapan yang emiten lakukan.

"Dengan stabilnya nilai rupiah, rencana-rencana pembelian ini dapat berjalan sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan," ujar Usli.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×