kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.535   35,00   0,20%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Malaysia hapus bea keluar CPO


Jumat, 05 September 2014 / 18:19 WIB
ILUSTRASI. Jangan Sepelekan, Ini Penyebab dan Gejala Penyakit Meningitis yang Perlu Diwaspadai.


Reporter: Handoyo | Editor: Harris Hadinata

JAKARTA. Ujian bagi industri sawit dalam negeri terus berlanjut. Di tengah terpuruknya harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dunia, pemerintah Malaysia mengambil keputusan menghapus bea keluar (BK) CPO selama dua bulan, yakni di September dan Oktober.

Mengutip Bloomberg, pemerintah Malaysia mengambil langkah tersebut untuk untuk meningkatkan penjualan dan memperbaiki harga CPO yang terus terpuruk dalam lima tahun terakhir. Sebelumnya, pemerintah Malaysia menetapkan bea keluar CPO untuk Spetember ini sebesar 4,5%. Dengan pembebasan bea keluar tadi, ekspor CPO negeri Siti Nurhaliza ini akan meningkat 600.000 metrik ton.

Meski Malaysia membebaskan bea keluar CPO pada dua bulan ke depan, pemerintah Indonesia memilih tidak gegabah ikut-ikutan. Meski begitu pemerintah tidak memungkiri hal ini akan membuat harga CPO Indonesia menjadi tidak kompetitif. "Tapi mudah-mudahan bio 10 berhasil, ini supaya posisi pasokan Indonesia juga tidak tertekan," kata Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Jumat (5/9).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×